Mendagri Iran: Perbatasan Iran-Pakistan Akan Beroperasi 24 Jam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197218-mendagri_iran_perbatasan_iran_pakistan_akan_beroperasi_24_jam
Pars Today - Menteri Dalam Negeri Republik Islam Iran, dengan menegaskan bahwa hubungan Iran dan Pakistan bersifat strategis dan mendalam, mengatakan, "Berdasarkan kesepakatan bilateral, perbatasan yang ada antara kedua negara akan beroperasi 24 jam dan perbatasan baru juga akan dibuka di Kuhak."
(last modified 2026-09-22T04:13:30+00:00 )
Sep 22, 2026 11:04 Asia/Jakarta
  • Menteri Dalam Negeri Republik Islam Iran, Eskandar Momeni dan Mohsin Naqvi, Menteri Dalam Negeri Pakistan
    Menteri Dalam Negeri Republik Islam Iran, Eskandar Momeni dan Mohsin Naqvi, Menteri Dalam Negeri Pakistan

Pars Today - Menteri Dalam Negeri Republik Islam Iran, dengan menegaskan bahwa hubungan Iran dan Pakistan bersifat strategis dan mendalam, mengatakan, "Berdasarkan kesepakatan bilateral, perbatasan yang ada antara kedua negara akan beroperasi 24 jam dan perbatasan baru juga akan dibuka di Kuhak."

Melansir IRNA dari Pusat Informasi Kementerian Dalam Negeri Iran, Senin, 21 September 2026, Eskandar Momeni di sela-sela pertemuannya dengan Mohsin Naqvi, Menteri Dalam Negeri Pakistan, menambahkan, "Tujuan utama pertemuan ini adalah menindaklanjuti kesepakatan yang dilakukan dalam kunjungan sebelumnya ke negara sahabat dan bersaudara Pakistan."

Momeni dengan menyatakan bahwa hubungan kedua negara Iran dan Pakistan dalam dua tahun terakhir bersifat strategis dan mendalam, mengatakan, "Pejabat kedua negara sangat berupaya mengembangkan kerja sama di semua aspek dan kita tidak dapat mengatakan bahwa kita berhubungan dengan Pakistan hanya dalam satu isu tertentu, melainkan hubungan Iran dan Pakistan sangat luas dan di semua sektor terdapat hubungan yang sangat baik.

Mendagri Iran melanjutkan, "Kesepakatan yang sangat baik yang kami miliki di Pakistan, sebagian telah dilaksanakan. Peningkatan pertukaran dagang dari tiga miliar dolar menjadi 10 miliar dolar adalah target jangka pendek dan menengah kami yang insya Allah akan kami capai."

Dr. Momeni menegaskan, "Dalam rangka penyambutan dan pertemuan ini juga kami akan menindaklanjuti kesepakatan lainnya. Iran dan Pakistan adalah dua negara besar dan berpengaruh di kawasan. Karena itu tentang perkembangan kawasan juga akan dibahas dan dipertukarkan pandangan dalam kunjungan ini."

Ia dalam menjawab pertanyaan wartawan tentang pertemuan Menteri Dalam Negeri ECO mengatakan, "Tahun lalu setelah Perang 12 Hari, pertemuan Menteri Dalam Negeri ECO digelar di Tehran dan di sana dilakukan pemungutan suara bahwa pertemuan berikutnya digelar di Pakistan. Atas dasar itu, bulan depan pertemuan Menteri Dalam Negeri negara-negara anggota ECO akan digelar di Pakistan yang akan saya hadiri atas nama Republik Islam Iran."

Momeni menyatakan, "Dalam kunjungan itu, selain agenda pertemuan, dalam rapat dan sesi yang kami adakan, isu-isu terkait hubungan bilateral juga pasti akan ditindaklanjuti dan dikaji."

Menteri Dalam Negeri sambil mengapresiasi interaksi dekat Field Marshal Asim Munir, Komandan Angkatan Darat, dan Menteri Dalam Negeri Pakistan, menambahkan, "Segalanya berjalan dengan baik dan kami tidak memiliki hambatan dalam penetapan target jangka menengah untuk mencapai pertukaran 10 miliar dolar dan setiap masalah yang ada akan segera diselesaikan."

Momeni dalam bagian lain pidatonya tentang kondisi perbatasan mengatakan, "Saat ini dua perbatasan aktif yang akan dioperasikan 24 jam dan insya Allah kita dapat dengan lalu lintas harian minimal 2.000 truk dalam jadwal yang ditentukan mencapai volume perdagangan 10 miliar dolar. Jika infrastruktur siap, perbatasan lain juga akan ditambahkan dan dibuka di Kuhak."

Ia dengan merujuk pada harmonisasi infrastruktur kereta api di negara ini mengatakan, "Kami bermaksud agar kereta-kereta lain tidak lagi dibongkar di perbatasan untuk kemudian dimuat kembali ke atas truk."

Ia melanjutkan, "Saya dan mitra saya setiap pekan tiga hingga empat kali juga menindaklanjuti masalah melalui panggilan telepon dan menghilangkan hambatan dalam waktu tercepat."

Mohsin Naqvi, Menteri Dalam Negeri Pakistan juga mengatakan, "Saya sangat senang berada di Iran dan seolah-olah saya berada di kementerian saya sendiri dan saya berterima kasih atas penyambutan Tuan Momeni."

Ia dengan menyatakan bahwa terkait kerja sama bilateral, kami telah melakukan pembicaraan di Islamabad, menambahkan, "Hari ini juga di Tehran kami menindaklanjuti berbagai urusan termasuk kerja sama perbatasan."

Mendagri Pakistan menegaskan, "Kami juga berbicara tentang upaya Perdana Menteri dan Field Marshal dalam proses perdamaian dan memajukannya."

Ia dengan merujuk pada pandangan positif kedua negara dalam mengembangkan hubungan, menyatakan harapan agar dengan kehadiran Eskandar Momeni di Pakistan sebelum pertemuan Menteri Dalam Negeri ECO, isu-isu bilateral dapat ditindaklanjuti di Islamabad.

"Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, untuk menindaklanjuti kesepakatan bilateral. Kedua negara sepakat mengoperasikan perbatasan yang ada selama 24 jam dan membuka perbatasan baru di Kuhak jika infrastruktur siap. Target jangka pendek-menengah: meningkatkan pertukaran dagang dari $3 miliar menjadi $10 miliar, dengan target minimal 2.000 truk per hari. Iran juga berencana mengharmonisasikan infrastruktur kereta api agar tidak perlu bongkar-muat di perbatasan."(Sail)