Erdogan Ajukan Pakta Makkah ke Parlemen
-
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turk
Pars Today - Presiden Turki mengumumkan bahwa perjanjian koalisi tiga negara dalam beberapa hari mendatang akan diajukan ke parlemen negara itu untuk dibahas dan disahkan.
Menurut laporan IRNA dari Anadolu, Senin, 12 Oktober 2026, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki dengan menyebut berlanjutnya langkah-langkah untuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan bagi pelaksanaan perjanjian ini, mengatakan proses persiapan masih berlangsung dan perjanjian ini akan segera masuk dalam agenda parlemen.
Ia mengecam serangan Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan mengatakan Ankara dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai serangan ilegal Yaman, berdiri di sisi Arab Saudi dan rakyat negara itu.
Ia dengan menegaskan perlunya terciptanya perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan menyatakan, “Turki akan melanjutkan upayanya untuk membela perdamaian berdasarkan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan wilayah negara-negara.”
Bandara Internasional Sanaa sebagai salah satu infrastruktur transportasi udara terpenting Yaman, selama bertahun-tahun perang di negara itu berkali-kali menjadi sasaran serangan udara koalisi yang dipimpin Arab Saudi.
Serangan terhadap bandara ini telah memengaruhi aktivitas penerbangan sipil dan kemungkinan pemindahan penumpang serta bantuan kemanusiaan.
Sebagai balasan, tentara Yaman juga sebagai respons atas serangan Saudi ini, menjadikan Bandara Riyadh sebagai sasaran serangan rudalnya. Menyusul serangan rudal Yaman ini, penerbangan luar negeri ke Bandara Riyadh mengalami pembatalan atau penundaan.
“Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa perjanjian koalisi tiga negara, termasuk perjanjian pertahanan dengan Arab Saudi, akan diajukan ke parlemen Turki dalam beberapa hari mendatang untuk dibahas dan disahkan. Ia menyatakan proses persiapan masih berlangsung. Erdogan mengecam serangan Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, menyebutnya sebagai serangan ilegal, dan menyatakan Ankara berdiri di sisi Arab Saudi serta rakyatnya.”(Sail)