Peran dan Risalah Wanita; Hubungan Wanita dan Pria (4)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i23917-peran_dan_risalah_wanita_hubungan_wanita_dan_pria_(4)
Menjaga Akhlak dan Perilaku Keagamaan Wanita dan Pria dalam Kedokteran
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Okt 23, 2016 16:32 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Menjaga Akhlak dan Perilaku Keagamaan Wanita dan Pria dalam Kedokteran

Islam ingin mencegahnya. Prinsip universitas di masa lalu adalah ia harus menjadi pusat pengajaran dan penyebaran budaya Barat. Oleh karena itu, orang yang beragama pun, bila ia belajar di universitas, maka ia menjadi tidak beragama. Tentunya hal-hal seperti inilah yang menjadi kelazimannya. Sangat jelas bahwa ketika kami memutus siasat itu – yakni kami memberantas masalah tidak adanya penjagaan akhlak dan perilaku keagamaan tentang pria dan wanita dalam urusan kedokteran – baik di masa pendidikan maupun di tahap praktik dan pelaksanaan, kami menetapkan prinsip Islam; maka hal ini merupakan sesuatu yang sangat alami. Dan pada dasarnya kami terlambat memulai. Sekarang beliau mengatakan bahwa saya menyampaikan pada tahun 1367 HS. Tentunya saya sejak tahun 1367 sampai sekarang kira-kira selama tujuh sampai delapan tahun berkali-kali secara berturut-turut saya menyampaikan kepada departemen kementrian kesehatan dan pengobatan, kepada para pejabat. Bapak-bapak dokter, para spesialis dari sekitar, datanglah dan duduk bersama untuk menemukan jalan tengah dan batasan yang memungkinkan. (dalam pertemuan dengan anggota kelompok Enthebagh-e Pezeshki Ba Mavazin-e Shariy, 16/8/1374)  

Konspirasi Politik; Menyibukkan AntaraWanita dan Pria Untuk Menjauhkan Mereka Dari Masalah Asli

Masalah wanita di negara kita dan politik yang dikejar oleh para penjajah selama bertahun-tahun di negara kita adalah masalah yang seratus persen politik. Bagi orang-orang Eropa, tidak ada bedanya apakah wanita Iran yang menurut mereka bebas ataukah menjadi tawanan? Sebatas apakah mereka memikirkan kebebasan sebuah bangsa? Seberapakah mereka memikirkan kebebasan para lelaki? Apakah hati mereka trenyuh akan keberadaan pria dan wanita tawanan yang ada di dunia? Sehingga mereka harus memikirkan – menurut anggapan mereka sendiri – kebebasan wanita Iran, yang menurut mereka sebagai tawanan? Politik yang menyeret bangsa-bangsa dunia menjadi tawanan, telah berhasil mengusik semua manusia yang  bisa diusik. Apa yang mau mereka lakukan datang ke Iran membahas tentang masalah pelepasan hijab wanita dan menurut anggapan mereka adalah membebaskan wanita? Masalahnya bukan ini, masalahnya adalah masalah politik, seratus persen. Menyeret wanita pada kebebasan yang tak beraturan memiliki dua keuntungan besar bagi imperialis dunia dan para perencana politik dunia; keuntungan pertama adalah mereka berhasil menghalangi generasi wanita, kaum wanita dari kesiapan untuk bergerak secara serius dan menghadapi masalah-masalah penting kehidupan. Mereka tidak mengizinkan di dalam rumah; menjadi ibu yang baik, di tengah-tengah masyarakat; menjadi pejuang yang baik, di pusat-pusat pendidikan; menjadi pelajar yang baik. Menjadikanya sebagai wanita yang sibuk merias dirinya, sibuk menghias dirinya, menyibukannya dengan masalah-masalah kewanitaan, menyibukannya dengan baju, mode, pergaulan dengan pria, dengan berbagai masalah yang berkaitan dengan hal ini. Tidak menjadi ibu yang baik, tidak menjadi guru yang baik, tidak menjadi pelajar yang baik, tidak menjadi peneliti yang baik, tidak menjadi pejuang yang baik. Salah satunya adalah ini, mencerabut wanita, menghancurkan wanita, mengeluarkannya dari kancah sosial.

Keuntungan kedua bagi mereka adalah berhasil menjatuhkan pengaruh para pria dengan membawa wanita ke kancah sosial. Mereka menginginkan suasana sosial menjadi suasana masalah wanita dan pria dan mereka berhasil cukup besar. Coba kalian lihat, selama bertahun-tahun ini,  betapa banyak waktu, hari, malam dan energi yang digunakan untuk masalah-masalah terkait hubungan wanita dan pria. Hubungan wanita dan pria adalah satu kalimat yang di dalamnya ada sangat banyak ucapan; masalah seksual, masalah mode, masalah berbagai macam pergaulan, pertengkaran, usaha keras, kefasadan kantor, kefasadan pusat-pusat pendidikan, kefasadan pusat-pusat perdagangan dan kerja, kefasadan dalam rumah tangga. Lihatlah apa yang mereka lakukan terhadap bangsa ini dan pikiran mereka sudah tenang. (dalam pertemuan bersama menteri dan  dan sekelompok mahasiswi pusat pendidikan guru, 12/2/1363)

Mencemari Para Wanita dan Pria Setelah Gagal Melakukan Konspirasi Politik dan Militer

Imperialis dunia setelah gagal melakukan konspirasi politik dan militer, menggunakan cara-cara kebudayaan untuk memukul revolusi dan pengaruhnya di negara-negara Islam. Mereka membentangkan perangkap yang luas untuk mencemari para pria dan wanita dengan penyimpangan akhlak. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk cerdas, waspada, rapi dan tetap menjaga iffah atau kehormatan dirinya, hati dan ketakwaannya yang tinggi. (pesan dalam seminar Kautsar di Shiraz, 30/11/1365) (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami

Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami