Jubir Kemenlu Iran: Ikut Operasi di Mosul, Turki Harus Minta Izin Irak
https://parstoday.ir/id/news/iran-i24004-jubir_kemenlu_iran_ikut_operasi_di_mosul_turki_harus_minta_izin_irak
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, partisipasi Turki dalam perang melawan kelompok teroris Daesh dalam operasi pembebasan Mosul, harus mendapat izin dari pemerintah pusat Irak.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 24, 2016 15:45 Asia/Jakarta
  • Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran
    Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, partisipasi Turki dalam perang melawan kelompok teroris Daesh dalam operasi pembebasan Mosul, harus mendapat izin dari pemerintah pusat Irak.

Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran, Senin (24/10) dalam jumpa pers mingguannya, menyinggung statemen terbaru pejabat Turki terkait keikutsertaan negara itu dalam operasi pembebasan Mosul.

Qasemi menuturkan, perang melawan terorisme di kawasan, bahkan dunia adalah masalah yang penting dan setiap negara yang punya kemampuan, harus mengambil langkah untuk memerangi terorisme.

Ia menambahkan, dalam hal ini sama sekali tidak bisa diterima jika ada sebuah negara dengan dalih memerangi terorisme atau kejahatan-kejahatan lainnya, melanggar kedaulatan negara lain, dan tanpa mendapat izin dari pemerintah pusat negara bersangkutan melakukan tindakan militer secara sepihak.

Ditanya tentang pemanggilan Dubes Turki di Tehran oleh Kemenlu Iran baru-baru ini, untuk menjelaskan statemen terbaru pejabat Ankara terkait peran Iran di Suriah dan Irak, Qasemi menuturkan, Dubes Turki di Tehran, pekan lalu dipanggil Kemenlu Iran dan menjelaskan masalah bilateral,Suriah, Irak dan sekitar Teluk Persia.

Terkait pengakuan Dubes Turki yang tidak merasa dipanggil Kemenlu Iran tapi hanya untuk memberikan kesaksian, Qasemi menjelaskan, dalam pemanggilan itu sejumlah poin penting disampaikan kepada Dubes Turki, beberapa masalah ditanyakan kepadanya, dan sejumlah isu juga dijelaskan kepadanya dan iapun menjelaskan sikap Turki yang dianggap meragukan bagi Iran. (HS)