Menagih Keseriusan Barat Tumpas Terorisme
https://parstoday.ir/id/news/iran-i24073-menagih_keseriusan_barat_tumpas_terorisme
Presiden Iran Hassan Rouhani, menilai alasan berlanjutnya tantangan terorisme di wilayah Timur Tengah karena keengganan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengakhiri masalah tersebut. Ia mengatakan bahwa beberapa kekuatan besar menggunakan teroris sebagai instrumen untuk mengejar tujuan-tujuan ilegalnya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 25, 2016 13:30 Asia/Jakarta
  • Menagih Keseriusan Barat Tumpas Terorisme

Presiden Iran Hassan Rouhani, menilai alasan berlanjutnya tantangan terorisme di wilayah Timur Tengah karena keengganan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengakhiri masalah tersebut. Ia mengatakan bahwa beberapa kekuatan besar menggunakan teroris sebagai instrumen untuk mengejar tujuan-tujuan ilegalnya.

Dalam jumpa pers dengan wartawan di akhir kunjungannya ke kota Arak di Provinsi Markazi, Senin (24/10/2016), Rouhani menjelaskan tentang sikap Republik Islam terhadap perkembangan di kawasan dan menegaskan Tehran mengambil sikap yang transparan dalam memerangi terorisme.

Menurut Presiden Iran, intervensi sejumlah negara di kawasan bertentangan dengan hukum internasional dan campur tangan itu telah memperburuk rasa tidak aman. Rouhani menandaskan bahwa beberapa kekuatan besar sedang menampilkan sebuah sandiwara politik mengenai perang kontra-terorisme, padahal momok ini akan berdampak pada mereka juga.

Dia juga mengkritik Barat khususnya Amerika Serikat, di mana para pejabat Washington memiliki perilaku yang jauh dari nilai-nilai moral dan spiritual. Ia menilai pemilihan Hillary Clinton maupun Donald Trump adalah sebuah pemilihan antara buruk dan lebih buruk.

"AS mengaku sudah berdemokrasi lebih dari 200 tahun, tapi akhlak benar-benar tidak punya tempat di dalamnya," kata Rouhani.

Pekan lalu, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Khamenei juga menegaskan bahwa tidak penting siapa yang akan terpilih dalam pemilu presiden AS, karena pemilihan itu tidak akan berpengaruh pada pandangan Tehran tentang Washington.

Barat mengadopsi kebijakan standar ganda dalam menyikapi isu terorisme. Barat tidak akan mengambil tindakan serius untuk menumpas teroris selama mereka masih berkepentingan dengan kelompok-kelompok teroris. Perilaku dan pemikiran seperti ini sejak dulu telah menjadi bagian dari budaya politik di masyarakat Barat.

Akar terorisme bersumber dari kebijakan Barat, tatapi mereka mengesankan dirinya sebagai pembawa panji perang melawan terorisme. Saat ini, Barat dan AS menggunakan isu terorisme sebagai sarana untuk infiltrasi dan alat menyebarkan perpecahan di tengah negara-negara Islam.

Barat harus meninggalkan pendekatan selektif terhadap masalah terorisme dan tentu tidak tepat untuk mendukung dan membela teroris yang telah membunuh ribuan warga sipil.

Pada dasarnya, slogan memerangi terorisme yang diusung AS diterapkan dengan standar ganda. AS memberikan definisi tidak realistis tentang terorisme dan kemudian memaksakan berbagai krisis di Timur Tengah. Barat dengan tujuan politik dan definisi yang mereka karang sendiri, berusaha menyimpangkan opini publik agar tidak memahami akar dari terorisme itu sendiri.

Mantan Perdana Menteri Perancis, Dominique De Villepin mengatakan, keputusan Presiden Barack Obama membentuk koalisi internasional anti-Daesh adalah menggelikan dan berbahaya.

Menurut dia, "Ini adalah tentang waktu bahwa Eropa dan AS belajar dari pengalaman perang di Afghanistan. Pada tahun 2001, kami memiliki satu pusat konsentrasi terorisme. Sekarang setelah terlibat dalam operasi militer selama 13 tahun terakhir di Afghanistan, Irak, Libya dan Mali, kami telah menyaksikan sekitar 15 titik konsentrasi terorisme karena kebijakan kontradiktif kami." (RM)