Reaksi Keras Iran atas Tudingan UEA
Duta Besar Iran untuk PBB, Golamali Khoshroo pada hari Rabu (16/11/2016) mengecam keras klaim Uni Emirat Arab (UEA), yang menuding Republik Islam mendukung terorisme.
Melalui sebuah surat kepada Ban Ki-moon, Sekjen PBB, Khoshroo menyebut tudingan itu menggelikan karena UEA sendiri adalah rezim yang mengembangbiakkan terorisme serta mengekspor pemikiran ekstrim ke Irak dan Suriah.
Ia menyoroti klaim palsu UEA dan dukungan 10 negara Arab lainnya terhadap tudingan tak berdasar itu. Pejabat Iran ini menegaskan, para penandatangan surat UEA menuduh Iran mengintervensi urusan negara-negara lain, padahal mereka sendiri sedang sibuk membantai warga sipil di Yaman.
Menurut Khoshroo, menuduh Iran campur tangan dalam urusan Bahrain juga sebuah kebohongan lain dan tidak berdasar. Dia mengingatkan para penandatangan surat UEA bahwa Komisi Investigasi Independen Bahrain dalam laporannya yang dikenal Laporan Bassiouni, secara tegas membantah segala bentuk intervensi Iran dalam urusan internal Bahrain. Laporan oleh komisi bentukan rezim Manama ini sudah cukup untuk mematahkan tudingan anti-Iran oleh UEA.
Berkenaan dengan kehadiran para penasihat militer Iran di Suriah, Khoshroo menerangkan bahwa dukungan ini diberikan atas permintaan pemerintah sah Suriah. Permintaan ini sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional dan hak membela diri, sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB.
"Jika bukan karena dukungan kami dan dukungan negara-negara lain kepada pemerintah Damaskus, maka para penjahat dan Takfiri yang didukung oleh para penandatanganan surat UEA, sekarang sudah menguasai Suriah dan bendera hitam sudah berkibar di mana-mana di Suriah dan di beberapa bagian lain di Timur Tengah," tegasnya.
Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa para politisi pro-Arab Saudi, sedang mencari sebuah jalan untuk lari dari realitas dan kritikan terhadap kebijakan Riyadh. Oleh karena itu, mereka mencoba mengalihkan perhatian dan melontarkan tudingan-tudingan tak berdasar terhadap Iran.
Tudingan seperti itu gencar disuarakan di forum-forum internasional termasuk di Majelis Umum PBB. Mereka semakin agresif setelah melihat tanda-tanda perubahan di Suriah dan rasa kepanikan tentang meningkatnya tekanan terhadap Saudi.
Saat ini perimbangan politik dan militer di Asia Barat sedang berubah dan para sekutu Riyadh dengan melontarkan klaim-klaim palsu, berupaya mengganggu stabilitas dan keamanan Iran. Pada dasarnya, manuver ini bersumber dari dikte negara-negara trans-regional yang bersekongkol dengan Saudi.
Situasi saat ini di kawasan dan kekhawatiran dunia sebenarnya adalah dampak dari kebijakan hipokrit, yang dijalankan oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Tidak diragukan lagi bahwa selama standar ganda masih ada, maka kebijakan hipokrit akan terus dijalankan.
Jelas bahwa Iran diserang oleh mereka hanya karena tidak tunduk terhadap tekanan politik kekuatan-kekuatan arogan. Mereka sama sekali tidak memiliki bukti dan dokumen untuk mendukung klaimnya itu.
Republik Islam Iran sama sekali tidan ingin campur tangan dalam urusan negara lain, tapi akan bersikap serius dalam memerangi kelompok-kelompok teroris, yang didukung oleh beberapa negara Arab. Tehran juga membuktikan dirinya berkomitmen dalam memerangi terorisme dan ekstremisme. (RM)