Khatib Jumat Tehran: Arbain, Panggung Persatuan Umat Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i26074-khatib_jumat_tehran_arbain_panggung_persatuan_umat_islam
Khatib Shalat Jumat Tehran menilai Arbain Huseini (mengenang 40 hari kesyahidan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw) sebagai panggung persatuan dan resistensi umat Islam dunia, baik Syiah maupun Sunni dalam melawan musuh-musuh Islam.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 18, 2016 14:43 Asia/Jakarta
  • Khatib Jumat Tehran: Arbain, Panggung Persatuan Umat Islam

Khatib Shalat Jumat Tehran menilai Arbain Huseini (mengenang 40 hari kesyahidan Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw) sebagai panggung persatuan dan resistensi umat Islam dunia, baik Syiah maupun Sunni dalam melawan musuh-musuh Islam.

Ayatullah Mohammad Emami Kashani mengungkapkan hal itu dalam khutbah Jumat di Tehran, ibukota Republik Islam Iran, Jumat (18/11/2016).

 

"Kehadiran jutaan umat Islam dari berbagai mazhab Islam di acara peringatan Arbain Huseini menunjukkan tekad mereka untuk melawan semua konspirasi anti-Islam, " kata Ayatullah Emami Kashani ketika menyinggung upaya arogansi dan Zionisme global untuk menyulut perpecahan dan konflik di antara umat Islam.

 

Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lanjut menyinggung nilai-nilai Islam yang dicapai di padang Karbala dan menegaskan bahwa kebesaran Arbain telah mengguncang keangkuhan para arogan dunia.

 

"Dunia Islam –dengan kearifan dan pengenalan tepat terhadap konspirasi Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel)– harus mencegah pelaksanaan agenda-agenda mereka terhadap negara-negara di kawasan, "ujarnya.

 

Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Emami Kashani mengungkapkan kekhawatiran atas kelanjutan pertumpahan darah di sejumlah negara regional termasuk di Suriah, Yaman, Irak dan Afghanistan.

 

"Tanggung jawab atas pembantaian warga tak berdosa di kawasan berada di pundak AS dan negara-negara pendukung terorisme, "tegasnya.

 

AS dan sekutunya, lanjut Ayatullah Emami Kashani, menuding Iran sebagai pendukung terorisme ketika mereka sendiri membiayai kelompok-kelompok teroris seperti Daesh (ISIS) dan melatih para anggota kelompok teroris ini.

 

Khatib Shalat Jumat Tehran juga menyinggung pemilu presiden AS dan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden negara ini.

 

"Hasil dari pemilu ini tidak penting bagi Republik Islam Iran, sebab tidak akan berpengaruh pada penyelesaian krisis-krisis dunia dan persoalan rakyat AS," pungkasnya. (RA)