Deplu Inggris Minta Iran dan Rusia Bantu Atasi Krisis Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i26938-deplu_inggris_minta_iran_dan_rusia_bantu_atasi_krisis_suriah
Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson meminta Republik Islam Iran dan Rusia membantu menyelesaikan krisis Suriah dan pelaksanaan program bantuan kemanusian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Aleppo.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 29, 2016 01:46 Asia/Jakarta
  • Deplu Inggris Minta Iran dan Rusia Bantu Atasi Krisis Suriah

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson meminta Republik Islam Iran dan Rusia membantu menyelesaikan krisis Suriah dan pelaksanaan program bantuan kemanusian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Aleppo.

ISNA melaporkan, Boris Johnson Senin (28/11) seraya merilis statemen menyatakan, Iran dan Rusia yang memiliki pengaruh khusus di Suriah harus memanfaatkannya untuk mengakhiri perang di timur Aleppo dan menjamin pelaksanaan program bantuan kemanusiaan PBB untuk membantu warga di kota tersebut.

 

Menlu Inggris tanpa mengisyaratkan kebijakan Barat dalam mendukung teroris di timur Aleppo menekankan, mereka yang memainkan peran di perang Aleppo berkewajiban memperlakukan warga sipil sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional.

 

Kekhawatiran menlu Inggris atas kondisi di Aleppo khususnya di timur wilayah ini mengemuka ketika anasir bersenjata dan teroris dukungan Barat termasuk Inggris mengalami kekalahan dan kehilangan sepertiga wilayah yang mereka duduki.

 

Penekanan menlu Inggris untuk memperlakukan warga sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional di Aleppo juga mencuat ketika anasir bersenjata yang disebut kelompok moderat dukungan London dan Washington melalui kerjasama dengan Front al-Nusra setiap hari membantai warga timur dan barat Aleppo dengan mortir.

 

Selain itu, teroris di timur Aleppo menggunakan warga setempat sebagai perisai manusia dalam menghadapi laju militer Suriah dan sekutunya. Militer Suriah berada di front terdepan dalam perang kontra terorisme mewakili masyarakat internasional di mana Barat demi kepentingannya telah membagi kelompok teroris menjadi kelompok moderat dan buruk. (MF)