Iran Panggil Dubes Inggris untuk Protes Statemen PM Negara Ini
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran memanggil Duta Besar Inggris untuk Tehran menyusul pernyataan anti-Iran yang dilontarkan Theresa May, Perdana Menteri Inggris di Manama, ibukota Bahrain beberapa waktu lalu.
Bahram Qassemi, juru bicara Kemlu Iran mengatakan, Kemlu Iran memanggil Nicholas Hopton, Dubes Inggris untuk Tehran pada Sabtu (10/12/2016) menyusul pernyataan interventif PM Inggris terhadap Iran dalam KTT Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) di Manama.
Ia menambahkan, Iran telah menyampaikan protesnya terhadap statemen PM Inggris kepada Dubes negara ini melalui Wakil Direktur Jenderal Kemlu untuk Eropa Barat.
Qassemi menjelaskan, Wakil Dirjen Kemlu Iran untuk Eropa Barat memberikan catatan kepada Dubes Inggris untuk Tehran bahwa "pernyataan tidak bertanggung jawab, provokatif dan memecah belah" Theresa May di Manama tidak dapat diterima dan diharapkan pernyataan seperti itu tidak akan diulang kembali.
Jubir Kemlu Iran lebih lanjut menuturkan, kepada Nicholas Hopton ditegaskan bahwa tindakan May bertentangan dengan perluasan hubungan yang telah diumumkan dan akan merusak hubungan Tehran-London lebih dari sebelumnya.
Qassemi menegaskan, kepada Dubes Inggris untuk Tehran juga dikatakan bahwa kebijakan regional Iran didasarkan pada penciptaan perdamaian, stabilitas dan keamanan serta fokus pada pemberantasan terorisme, di mana pada saat yang sama sejumlah negara regional justru terang-terangan mendukung terorisme, namun fakta ini diabaikan para pejabat dan PM Inggris dan hal ini sangat disesalkan.
Sementara itu, Dubes Inggris untuk Iran mengatakan bahwa kebijakan negaranya berdasarkan pada perluasan hubungan dengan Tehran.
Nicholas Hopton menegaskan bahwa pesan jelas Iran akan segera disampaikan kepada Kemlu dan Kantor PM Inggris.
Sebelumnya, PM Inggris dalam KTT P-GCC di Manama menuding Iran sebagai ancaman bagi kawasan Teluk Persia. (RA)