Aleppo Bebas, Barat hanya Punya Dua Pilihan
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani mengatakan, pembebasan Aleppo dari pendudukan teroris adalah sebuah kemenangan besar, yang dicapai lewat perlawanan bangsa dan militer Suriah.
Dalam wawancaranya dengan kantor berita IRIB, Selasa (13/12/2016) malam, Shamkhani menuturkan, perlawanan heroisme dan kemenangan bersejarah rakyat Suriah terhadap teroris, kembali membuktikan janji Tuhan tentang kemenangan orang-orang tertindas terhadap kekuatan arogan.
Menurutnya, Barat teah mengambil berbagai tindakan untuk mencegah kemenangan militer Suriah, tapi taktik mereka tidak mampu menghalangi pembebasan Aleppo.
Republik Islam, kata Shamkhani, sejak awal selalu menegaskan bahwa krisis Suriah tidak punya solusi militer, tapi harus diselesaikan lewat jalur politik dan atas dasar ini pula, Iran mendorong perundingan antara pemerintah Suriah dan pemberontak.
"Pasca pembebasan Aleppo, Barat dan sekutunya hanya punya dua pilihan yaitu; melanjutkan dukungan kepada teroris untuk aksi balas dendam atau mendorong pemberontak untuk berunding dengan pemerintah Suriah guna membentuk pemerintah persatuan nasional. Saya berharap mereka akan memilih opsi kedua," tegasnya.
Berbicara tentang alasan kekalahan koalisi besar Barat-Arab dalam melawan kubu perlawanan, Shamkhani menjelaskan bahwa resistensi akan selalu berakhir dengan kemenangan.
"Perlawanan bangsa Iran selama perang yang dipaksakan oleh rezim Saddam telah membuahkan kemenangan. Resistensi bangsa Palestina terhadap agresi rezim Zionis juga akan berbuah kemenangan," pungkasnya.
Ia menilai satu-satunya penyebab ketidakamanan dan kekacauan di kawasan adalah kehadiran rezim Zionis.
Kota Aleppo, utara Suriah sepenuhnya terbebas setelah lima tahun diduduki oleh kelompok teroris. Masyarakat setempat menyambut gembira kemenangan besar ini. (RM)