Qassemi: Statemen Petinggi Turki Perkeruh Kondisi Suriah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i30025-qassemi_statemen_petinggi_turki_perkeruh_kondisi_suriah
Juru bicara Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran, Bahram Qassemi saat mereaksi statemen Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menandaskan, "Statemen kontra produktif petinggi Turki hanya akan memperumit kondisi yang ada dan meningkatkan kesulitan di solusi politik krisis Suriah.
(last modified 2026-08-01T14:58:09+00:00 )
Jan 05, 2017 00:44 Asia/Jakarta
  • Bahram Qassemi, jubir Deplu Iran
    Bahram Qassemi, jubir Deplu Iran

Juru bicara Departemen Luar Negeri Republik Islam Iran, Bahram Qassemi saat mereaksi statemen Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menandaskan, "Statemen kontra produktif petinggi Turki hanya akan memperumit kondisi yang ada dan meningkatkan kesulitan di solusi politik krisis Suriah.

IRIB News melaporkan, Bahram Qassemi Rabu (4/1) menekankan, Republik Islam Iran sebagai sekutu di proses segitiga Moskow menekankan implementasi serius kesepakatan yang ada dan meminta petinggi Turki sebagai pihak lain di kesepakatan ini untuk tidak mengambil sikap yang berbeda dengan realita serta komitmen Ankara.

 

Jubir menlu Iran menambahkan, gencatan senjata di Suriah dilanggar secara beruntun oleh kelompok bersenjata anti pemerintah Damaskus dan berdasarkan data yang ada, kasus pelanggaran gencatan senjata oleh kubu bersenjata ini dalam satu hari lebih dari 45 kali dan jika diperlukan perinciannya dapat dipublikasikan.

 

"Mengingat realita ini, Turki menyusul gencatan senjata permanen dan terbukanya peluang kesuksesan dialog politik untuk mengakhiri krisis Suriah, sebagai salah satu pihak penjamin komitmen kelompok bersenjata di kesepakatan Moskow, selain mampu mengambil langkah yang diperlukan terkait beragam kasus pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok ini juga harus menghindari sikap yang tidak selaras dengan realita serta menuding pihak lain," papar Qassemi.

 

Jubir Deplu Iran menambahkan, wajar Republik Islam Iran seperti yang dilakukannya sampai saat ini mengerahkan upayanya untuk menstabilkan gencatan senjata dan mempermudah solusi politik di krisis Suriah, juga akan tetap melanjutkan kebijakannya ini.

 

Mevlut Cavusoglu Selasa malam mengklaim bahwa kelompok bersenjata (teroris dukungan Ankara) komitmen dengan kesepakatan gencatan senjata, meminta Republik Islam Iran menekan Damaskus agar mematuhi gencatan senjata.

 

Gencatan senjata di Suriah diberlakukan mulai Jumat (30/12/2016) dini hari di seluruh wilayah negara ini.

 

Gencatan senjata tersebut hingga kini berulang kali dilanggar oleh milisi bersenjata. Gencatan senjata ini tidak mencakup kelompok teroris Takfiri Daesh dan Front al-Nusra serta perang melawan dua kelompok teroris ini terus berlanjut. (MF)