Iran: JCPOA, Bukan Kesepakatan Bilateral dengan AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i30793-iran_jcpoa_bukan_kesepakatan_bilateral_dengan_as
Deputi Menteri Luar Negeri Iran, Morteza Sarmadi mengatakan kesepakatan nuklir - yang dikenal dengan JCPOA – adalah bukan perjanjian antara Iran dan Amerika Serikat, di mana secara sepihak ingin memutuskan nasibnya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 13, 2017 23:02 Asia/Jakarta
  • Iran: JCPOA, Bukan Kesepakatan Bilateral dengan AS

Deputi Menteri Luar Negeri Iran, Morteza Sarmadi mengatakan kesepakatan nuklir - yang dikenal dengan JCPOA – adalah bukan perjanjian antara Iran dan Amerika Serikat, di mana secara sepihak ingin memutuskan nasibnya.

Ia mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Tehran ketika menanggapi klaim terbaru oleh kandidat Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson yang ingin meninjau ulang JCPOA. Demikian dikutip kantor berita IRNA, Jumat (13/1/2017).

"Kesepakatan nuklir ditandatangani oleh Iran dan enam negara lainnya dan juga telah disetujui oleh seluruh anggota Uni Eropa dan PBB," tegas Sarmadi.

Jadi, lanjutnya, tidak ada gunanya bagi para pejabat Washington meninjau ulang masalah itu. Sikap seperti ini sama sekali tidak memiliki dukungan internasional.

"Saya yakin bahwa ketika orang-orang di AS memegang kekuasaan, mereka tidak punya pilihan lain selain menerima kenyataan dan mereka harus berusaha untuk menerapkan JCPOA secara lebih baik dan lebih cepat," tambahnya.

Sementara itu, Deputi Menlu Iran untuk Urusan Eropa dan Amerika, Majid Takht-e Ravanchi mengatakan, Republik Islam tidak akan membiarkan peninjauan ulang JCPOA dan ini bukan hanya sikap Tehran, tapi sikap seluruh anggota Kelompok 5+1.

Sejak kesepakatan nuklir diimplementasikan pada Januari 2016, AS sebagai salah satu penandatangan selalu melanggar janji dan tidak memenuhi komitmennya. Kasus terbaru pelanggaran JCPOA adalah perpanjangan undang-undang sanksi Iran selama 10 tahun ke depan oleh Kongres AS. (RM)