Qasemi: Klaim Menlu Saudi, Bukti Kekalahan Riyadh di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/iran-i31711-qasemi_klaim_menlu_saudi_bukti_kekalahan_riyadh_di_yaman
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyinggung kegagalan agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang sudah berlangsung hampir dua tahun dan kejahatan perang Riyadh terhadap rakyat Yaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 24, 2017 23:42 Asia/Jakarta
  • Bahram Qasemi
    Bahram Qasemi

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyinggung kegagalan agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang sudah berlangsung hampir dua tahun dan kejahatan perang Riyadh terhadap rakyat Yaman.

Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran menilai klaim Adel Al Jubeir, Menlu Arab Saudi terkait alasan dilakukannya serangan militer ke Yaman sebagai bukti kekalahan rezim Al Saud di hadapan tekad kokoh dan kuat rakyat Yaman.

IRNA (24/1) melaporkan, Adel Al Jubeir, Menlu Saudi, Selasa (24/1) dalam jumpa pers bersama dengan Jean-Marc Ayrault, sejawatnya dari Perancis di Riyadh mengklaim, Saudi melancarkan agresi militer ke Yaman untuk memutus tangan-tangan para pengkudeta pendukung Iran di negara itu.

Dalam agresi militer Saudi ke Yaman yang dimulai Maret 2015 didukung Amerika Serikat, Inggris dan Perancis dengan dalih mengembalikan kekuasaan Abd Rabbuh Mansour Hadi, Presiden terguling Yaman, lebih dari 11 ribu warga sipil negara itu tewas yang sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan jutaan lainnya terlantar.

Serangan militer Saudi ke Yaman itu juga menyebabkan kelangkaan bahan makanan dan obat-obatan serta menimbulkan penyebaran berbagai jenis penyakit.

Bahram Qasemi menjelaskan, Saudi adalah faktor utama lahir dan tumbuhnya terorisme di kawasan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, klaim Al Jubeir adalah upaya memutarbalikkan fakta di kawasan.

Jubir Kemenlu Iran menambahkan, upaya lari dari masalah yang selalu dilakukan Adel Al Jubeir tidak dapat menghapus sejarah produksi dan penyebaran ekstremisme dan tumbuhnya aliran-aliran menyimpang di Saudi di bawah kekuasaan rezim Al Saud.

Hal itu, katanya, menyuburkan sayap-sayap terorisme Takfiri di Asia Barat dan Afrika Utara yang membuahkan pembunuhan luar biasa terhadap orang-orang tidak bersalah, perampokan harta mereka, perusakan dan pembakaran wilayah-wilayahnya.

Qasemi juga menekankan tekad Iran menjaga komitmen atas prinsip-prinsip bertetangga yang baik di kawasan, dan pemulihan hubungan dengan negara-negara sekitar sebagai prioritas asli Republik Islam Iran.

"Tehran dalam beberapa tahun ke belakang telah melakukan sejumlah langkah tepat untuk memulihkan hubungan dengan negara-negara tetangga, dan hambatan utama upaya ini adalah tindakan destruktif nyata dan tersembunyi yang dilakukan Saudi sehingga kawasan menjadi tidak aman dan tidak stabil," pungkasnya. (HS)