Iran Siap Pasok Gas ke Irak
https://parstoday.ir/id/news/iran-i31737-iran_siap_pasok_gas_ke_irak
Direktur eksekutif perusahaan teknik dan pengembangan gas Iran mengatakan, dengan dimulainya pembangunan jalur pipa gas kedua dari Iran ke Irak, maka gas dari perbatasan negara ini sudah dialirkan hingga perbatasan, dan Iran siap mengekspor gasnya ke negara tetangganya itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 25, 2017 11:20 Asia/Jakarta
  • Iran Siap Pasok Gas ke Irak

Direktur eksekutif perusahaan teknik dan pengembangan gas Iran mengatakan, dengan dimulainya pembangunan jalur pipa gas kedua dari Iran ke Irak, maka gas dari perbatasan negara ini sudah dialirkan hingga perbatasan, dan Iran siap mengekspor gasnya ke negara tetangganya itu.

Hassan Montazer Torbati dalam wawancara dengan Mehrnews mengatakan, pembangunan fase pertama jalur pipa gas Iran ke Irak telah berakhir, dan pekan depan akan diresmikan.

"Jika Irak siap menerima, maka Iran tidak memiliki masalah untuk memasok gas alam ke negara ini," ujar Torbati.

Direktur eksekutif perusahaan teknik dan pengembangan gas Iran juga menyinggung pembangunan tahap kedua jalur pipa gas ke wilayah selatan Irak, Bashrah.

"Jalur pipa gas kedua dari arah Khoramshahr, barat daya Iran, telah dimulai, dan tahap pertama bisa memasok sekitar lima juta meter kubik gas ke wilayah selatan Irak," tutur Torbati.

"Mulai awal maret 2017, pasokan gas sudah bisa dialirkan dari Iran ke wilayah selatan Irak melalui jalur pipa baru," tegasnya.

Perusahaan nasional gas Iran menandatangani kontrak gas dengan kementerian listrik dan energi Irak pada tahun 2013, dan pada tahun 2016 diperbaharui kontraknya mengenai jangka waktu kontrak oleh kedua pihak.

Berdasarkan kontrak tersebut, eskpor gas dari Iran ke Irak sebesar tujuh juta meter kubik perhari,  dan setelah 21 bulan mencapai angka yang ditetapkan dalam kontrak sebesar 10 miliar meter kubik.

Kontrak ekspor gas kedua dari Irak ke wilayah Bashrah, Irak telah ditandatangani pada tahun 2015. Berdasarkan kontrak tersebut, Iran memasok sembilan juta meter kubik per hari ke wilayah selatan Irak itu.(PH)