Iran dan Perancis akan Perkuat Hubungan Ekonomi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi mengatakan, kunjungan Jean-Marc Ayrault adalah penting bagi Tehran karena posisinya sebagai menteri luar negeri Perancis dan juga ketua Komisi Bersama Ekonomi Perancis-Iran.
Seperti dilansir kantor berita IRNA, Qassemi dalam konferensi pers hari Senin (30/1/2017) menuturkan, Perancis adalah salah satu dari negara penting Eropa dan hubungan politik dan diplomatik kedua negara telah terjalin selama ratusan tahun.
"Tehran dan Paris memiliki kerjasama yang luas di bidang politik, ekonomi dan budaya dalam beberapa dekade terakhir. Meski demikian, hubungan kedua pihak mengalami pasang surut karena berbagai alasan," ujarnya.
Menurut Qassemi, hubungan Iran-Perancis berada pada situasi yang baik pasca Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Pertukaran pandangan antara para menteri Iran dan Perancis telah memperkuat hubungan bilateral.
"Menlu Iran dan Perancis akan memimpin pertemuan ekonomi bersama pada hari Selasa. Perwakilan dari 60 perusahaan Perancis dan beberapa pejabat turut menyertai kunjungan Ayrault ke Tehran," tambahnya.
"Ini adalah komisi bersama Iran-Perancis yang pertama pasca revolusi dan bahkan sebelum revolusi. Kami optimis bahwa ini akan menjadi awal untuk memperdalam kerjasama ekonomi," tegas Qassemi.
Menlu Perancis Jean-Marc Ayrault tiba di Tehran pada Senin sore untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan para pejabat tinggi Iran. Ia akan memimpin pertemuan komisi bersama ekonomi dan menegaskan kembali komitmen Eropa untuk perjanjian nuklir dengan Republik Islam. (RM)