Palestina dalam Perspektif Rahbar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i33296-palestina_dalam_perspektif_rahbar
Masalah Palestina menjadi poros utama persatuan umat Islam. Isu tersebut menjadi agenda konferensi Internasional Dukungan terhadap Intifadha Palestina keenam yang dibuka hari Selasa (21/02/2017) dengan pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khemenei.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 21, 2017 16:25 Asia/Jakarta
  • Palestina dalam Perspektif Rahbar

Masalah Palestina menjadi poros utama persatuan umat Islam. Isu tersebut menjadi agenda konferensi Internasional Dukungan terhadap Intifadha Palestina keenam yang dibuka hari Selasa (21/02/2017) dengan pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khemenei.

Rahbar dalam pidatonya mengenai masalah Palestina menilai fitnah dan perang saudara yang dipaksakan di kawasan bertujuan untuk memudarkan dukungan terhadap cita-cita pembebasan Quds. Di bagian lain statemennya, Ayatullah Khemenei menyerukan supaya kelompok-kelompok perlawanan Palestina menghindari friksi sektarian, dan menegaskan bahwa seluruh gerakan Islam maupun nasionalis berkewajiban untuk mewujudkan cita-cita Palestina.

"Pihak-pihak yang membidani kelahiran rezim Zionis bertujuan untuk menyulut sebuah konflik jangka panjang, demi menghalangi terwujudnya stabilitas dan kemajuan di kawasan. Kini, mereka jugalah yang mengobarkan fitnah," ujar Rahbar.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran memandang fitnah yang terjadi di kawasan menyebabkan terbuangnya potensi bangsa dalam bentuk konflik sia-sia, dan membuka peluang lebih besar bagi rezim agresor Zionis. Ditegaskannya, "Saat ini, kita menyaksikan upaya baik, rasional dan bijak dari umat Islam yang mencurahkan perhatiannya untuk menyelesaikan friksi. Tapi amat disayangkan, konspirasi rumit musuh telah memanfaatkan kelalaian sejumlah negara dengan menyulut perang saudara di berbagai bangsa, dan mereka saling berperang. Masalah ini menyebabkan kerja keras umat Islam menjadi kurang berdampak signifikan,"

Masalah Palestina tidak diragukan lagi merupakan isu paling penting dari berbagai  masalah bersama yang dihadapi umat Islam. Urgensi masalah tersebut memiliki sejumlah alasan. Pertama, masalah penjarahan sebuah negara dan penderitaan sebuah bangsa di tanah airnya sendiri yang bertentangan dengan seluruh aturan yang ditetapkan dalam piagam PBB. Kedua, besarnya tragedi kemanusian yang menimpa Palestina akibat kejahatan yang dilakukan rezim Zionis. Ketiga, masalah perusakan dan penghancuran kiblat pertama umat Islam.

Rezim Zionis menduduki wilayah yang paling sensitif bagi dunia Islam. Dengan dukungan negara-negara Barat terutama Inggris dan AS, Israel mendirikan negara rekaan yang dilakukan dengan menjarah dan menduduki wilayah Palestina. Dengan demikian, masalah Palestina bukan hanya urusan bangsa Arab maupun Timur Tengah saja, tapi berkaitan dengan dunia Islam.

Meskipun bangsa Palestina sudah berjuang, dan melancarkan gerakan intifadha tanpa mengenal lelah, tapi hal ini bukan berarti dunia Islam tidak mengemban tanggung jawab untuk membantunya. Pasalnya, masalah Palestina dan intifadha Quds adalah fase awal yang menentukan bagi nasib umat Islam, dan dukungan tersebut akan menyebabkan terwujudnya kedaulatan, kemajuan dan solidaritas Islam, sekaligus mengakhiri era penjajahan rezim Zionis terhadap bangsa Palestina. Oleh karena itu, masalah Palestina saat ini sangat penting bagi dunia Islam, dan negara-negara Muslim harus bergegas untuk membantu bangsa Palestina.

Kini, nasib Palestina terletak di pundak tanggung jawab agama dan bersejarah seluruh Muslim dunia. Dunia Islam sekali lagi harus menunjukkan itikad seriusnya untuk mendukung Palestina. Sejarah dalam waktu yang tidak terlampau jauh akan menjadi saksi tentang tanggung jawab besar kemanusiaan dan agama dari umat Islam terhadap Palestina. Bagaimanapun, aksi kompromis sebagian negara yang mengatasnamakan negara Muslim dengan Israel, dan kerja sama dalam kejahatannya tidak akan bisa memadamkan api perlawanan intifadha dan muqawama. Mereka juga tidak akan bisa memaksa bangsa Palestina untuk menerima kedaulatan rezim Zionis. 

Terkait hal ini, Rahbar menegaskan, "Salah satu capaian konferensi mendukung intifadha adalah menjadikan masalah Palestina sebagai prioritas utama dunia Islam dan terciptanya atmosfir yang kondusif untuk mewujudkan tujuan mulia bangsa Palestina dan pejuang penuntut kebenaran dan penegak keadilan. Oleh karena itu, urgensi dukungan politik terhadap bangsa Palestina jangan sampai terlupakan; sebab masalah tersebut di dunia dewasa ini merupakan prioritas khusus, dan bangsa Muslim serta penuntut kemerdekaan dengan cara dan metodenya masing-masing, bisa bersatu dalam satu tujuan yaitu Palestina dan urgensi pembebasannya,".(PH)