Zarif: Pelabelan Teroris kepada IRGC Tidak Menguntungkan AS
-
Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, kemungkinan Amerika menyebut pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai teroris tidak memberikan manfaat apa pun kepada Washington.
Zarif Sabtu (25/2) di sela-sela acara peringatan syuhada kemenlu kepada wartawan mengatakan, pembahasan rencana ini di Amerika digulirkan di saat dunia mengakui bahwa IRGC memberikan perlindungan besar negara-negara kawasan dari kelompok teroris khususnya kelompok teroris Takfiri Daesh dan al-Nusra.
“Langkah potensial ini akan memperjelas esensi sponsor rencana tersebut dan gerakan seperti ini akan sia-sia dan tidak memberikan pengaruh,” papar Zarif.
Berdasarkan laporan sumber terpercaya, menyusul peringatan lembaga keamanan Amerika, petinggi Gedung Putih mundur dari rencana labelisasi teroris untuk IRGC.
Menlu Iran terkait laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terkait bahwa Iran telah melakukan seluruh komitmennya soal Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) mengungkapkan, “Iran sejak hari pertama pelaksanaan JCPOA dan meski Amerika melanggar janjinya senantiasa menuntut pihak seberang melakukan hal serupa dan hingga kini komitmen di sektor pencabutan sanksi minyak, transportasi dan perbankan telah terealisasi.”
Menlu Iran menilai berlanjutnya instabilitas regional merugikan bangsa kawasan dan mengatakan, “Wilayah Timur Tengah membutuhkan kerja sama seluruh negara melawan terorisme dan radikalisme.”
Kepala diplomasi Iran ini menjelaskan, kawasan tidak pernah bersedia menerima upaya hegemoni, karena hegemoni kekuatan besar hanya menghasilkan pembantaian, perang dan biaya besar.
Zarif di kesempatan tersebut juga mengisyaratkan kerja sama Iran, Rusia dan Turki menciptakan gencatan senjata di Suriah. “Seluruh negara kawasan harus memahami manfaat lebih besar dari kerja sama dan interaksi,” papar Zarif. (MF)