Zarif: IORA Peluang bagi Kerjasama dan Kemajuan
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif menyebut kerjasama di Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) sebagai peluang bagi kerjasama dan kemajuan.
IRNA melaporkan, Zarif Selasa (7/3) di KTT IORA yang digelar di Jakarta, Indonesia menilai kerjasama dalam koridor IORA sebagai peluang yang harus dimanfaatkan bagi kerjasama dan kemajuan. “Iran memiliki kapasitas besar untuk memperkokoh hubungan maritim dan menjalin hubungan multi zona IORA dengan seluruh pasar kawasan dan dunia,” papar Zarif.
Zarif juga mengisyaratkan posisi penting dan strategis pelabuhan Chabahar di tenggara Iran untuk menjalin hubungan antara Samudera Hindia dan Teluk Persia, Barat dan Asia tengah, Kaukasus dan Eropa. Ia menyebut pelabuhan Chabahar sebagai jalur aman dan pendek menghubungkan Timur ke Barat, Utara ke Selatan.
Menlu Iran seraya menekankan pentingnya isu keselamatan dan keamanan maritim sebagai salah satu prioritas IORA, juga menuntut perhatian khusus untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan serta mencegah polusi laut.
Kepala diplomasi Iran di kesempatan tersebut menyebut ekonomi muqawama dan berkelanjutan membutuhkan kerjasama di segala level regional dan internasional. Ia menyatakan IORA sebagai peluang istimewa dan koridor kokoh untuk memperkuat hubungan ekonomi di antara anggota.
Zarif di sela-sela KTT IORA bertemu dengan presiden Sri Lanka, wakil presiden India, menlu Indonesia, Kenya, Afrika Selatan, menteri koordinasi internasional Perancis, menteri penasehat di bidang urusan luar negeri Jepang, presiden Afrika Selatan, perdana menteri dan menlu Malaysia, perdana menteri Bangladesh, wakil presiden Tanzania dan sekjen IORA.
IORA memiliki 21 negara anggota yaitu; Iran, Indonesia, Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Komoro, India, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Uni Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand dan Yaman.
Organisasi ini juga mempunyai mitra dialog yang terdiri dari Amerika Serikat, Cina, Perancis, Inggris, Jerman, Jepang dan Mesir. (MF)