Iran Reaksi Laporan HAM Anti Tehran
-
Bahram Qasemi
Bahram Qasemi, juru bicara departemen luar negeri Republik Islam Iran mengatakan Tehran tidak mengakui laporan HAM yang disusun berdasarkan motif politik serta selektif oleh sejumlah negara tertentu.
Asma Jahangir, pelapor Dewan HAM PBB untuk Iran di laporan pertamanya anti Tehran mengungkapkan kekhawatirannya atas angka eksekusi mati dan perang melawan narkotika di Iran dan menuding Tehran melanggar kebebasan berpendapat serta individu.
Menurut laporan pusat penerangan Deplu Iran, Bahram Qasemi Kamis (9/3) saat mereaksi laporan ini menjelaskan, motif laporan yang menunjukkan citra buruk HAM di Iran disusun atas arahan sejumlah sengara di Dewan HAM.
“Mayoritas negara pro laporan HAM anti Iran memiliki lembaran hitam dan tak manusiawi di bidang hak asasi manusia serta hal ini menjadi argumentasi kuat atas ketidakabsahan strategi anti Iran yang dicanangkan di laporan ini,” ungkap Qasemi.
Jubir deplu Iran juga mengatakan, laporan HAM anti Iran disusun berdasarkan informasi dan data keliru dan prasangka terkait kondisi HAM di Iran serta data-data yang tidak akurat.
Seraya menjelaskan bahwa pelapor HAM menutup mata atas berbagai kasus kemajuan HAM di Iran, Qasemi mengungkapkan, mengingat bahwa Iran menilai pengangkatan pelapor khusus tidak efektif serta tidak dapat dibenarkan, namun negara ini dalam rangka bekerjasama dengan sistem HAM PBB dan memperbaiki memperbaiki kinerja pelapor akan berinteraksi positif dengan pelapor baru.
Jubir Deplu Iran menekankan, motif politik dan selektif serta pengabaian terhadap pelanggaran nyata HAM oleh sejumlah negara lain dan kelompok teroris hanya akan melemahkan HAM di tingkat dunia. (MF)