Iran Sambut Upaya Cina Mediasi Hubungan dengan Saudi
Kedutaan Besar Iran di Beijing dalam sebuah pernyataan Kamis (9/3/2017), menyambut upaya pemerintah Cina untuk memediasi pemulihan hubungan antara Iran dan Arab Saudi.
"Republik Islam Iran akan menyambut semua upaya konstruktif," kata pernyataan itu seperti dikutip kantor berita Fars.
Pada 8 Maret, Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi menyatakan harapan bahwa perselisihan Iran-Saudi dapat diselesaikan sesegera mungkin. Ia menyebut Iran dan Saudi sebagai teman baik Cina, dan menyuarakan keinginan Beijing untuk menjembatani hubungan antara kedua pihak.
"Tehran menghargai niat baik Beijing untuk memediasi hubungan antara Tehran dan Riyadh," kata Kedubes Iran.
Menurut statemen itu, Saudi telah mengadopsi kebijakan sektarian, menyulut perbedaan etnis dan agama, menyediakan dukungan moral dan finansial kepada kelompok teroris Takfiri serta menciptakan ketidakamanan di kawasan.
Menyinggung agresi brutal Saudi terhadap rakyat sipil Yaman, pernyataan tersebut menambahkan bahwa Riyadh terang-terangan mencampuri urusan internal negara tetangganya dan mendestabilisasi kawasan.
Terkait dengan berbagai krisis regional, pernyataan itu menegaskan bahwa Republik Islam selalu berusaha untuk mengurangi ketegangan dengan negara-negara tetangganya.
Republik Islam Iran, tidak seperti rezim Saudi, menyambut semua upaya konstruktif dan memuji proposal terbaru Emir Kuwait untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog.
"Kita hidup di sebuah dunia di mana stabilitas dan keamanan negara-negara saling terkait. Siapa pun dengan sendirinya tidak akan mampu memainkan peran di daerah yang dilanda krisis dengan mengadopsi kebijakan sepihak dan kadang merusak," tegasnya. (RM)