Zarif: AS Berunding dengan Iran Karena Semua Opsi Gagal
https://parstoday.ir/id/news/iran-i34544-zarif_as_berunding_dengan_iran_karena_semua_opsi_gagal
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap Iran di sektor politik dan ekonomi, akan sepenuhnya kontraproduktif bagi mereka sendiri.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 16, 2017 10:32 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif
    Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap Iran di sektor politik dan ekonomi, akan sepenuhnya kontraproduktif bagi mereka sendiri.

Zarif dalam wawancarnaya dengan televisi al-Mayadeen, menyinggung kesia-siaan sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran dan mengatakan, “Iran berpendapat bahwa faktor yang membuat Amerika terjun ke Kelompok 5+1 dalam perundingan nuklir dengan Iran bukan masalah uji kejujuran Iran, melainkan mereka pada era pemerintahan Barack Obama, telah mencoba semua opsi terhadap Iran.”

 

Zarif menjelaskan, sanksi-sanksi Amerika Serikat bukan hanya tidak mempengaruhi perekonomian Iran melainkan juga di sektor politik. Bahkan menyusul sanksi-sanksi tersebut, Iran semakin mengokohkan kekuatannya dalam program nuklir damainya.

 

Menyinggung interferensi nyata rezim Zionis Israel dan Arab Saudi pada proses perundingan nuklir Iran dengan Kelompok 5+1, Zarif mengatakan, pasca berakhirnya perundingna nuklir pada Juni 2015, kedua rezim itu berusaha menyusup ke Kongres AS dan melalui kanal-kanal lain untuk menghambat pelaksanaan kesepakatan atau membatasinya, akan tetapi mereka gagal.

 

Diplomat tertinggi Iran ini juga menilai rezim Zionis sebagai ancaman nuklir terbesar bagi kawasan dan dunia seraya menandaskan, “Israel sebagai pelanggar hak-hak Palestina dan ancaman nuklir paling bebrahaya di dunia, sekarang sedang melakukan aksi-aksi antagonis terhadpa bangsa-bangsa regional termasuk Lebanon, Palestina, Yordania, Suriah dan bahkan Mesir.”

 

Pada bagian lain wawancaranya, Zarif menilai Turki sebagai negara jiran penting bagi Iran dan mengatakan, “Turki adalah sebuah negara penting dan berpengaruh di kawasan Timur Tengah dan negara ini harus mencegah relokasi senjata dan sumber-sumber dana baru untuk kelompok teroris di Suriah, dan masalah ini akan menjadi peran poros Ankara.”

 

Menteri Luar Negeri Iran menyammpaikan kesiapan Tehran untuk memperluas hubungan bilateral khususnya di sektor ekonomi dengan Turki dan mengatakan, “Iran memiliki hubungan spesial dengan Turki di bidang perdagangan, transit dan ekonomi.”(MZ)