Iran dan Saudi Sepakati Pengiriman Hujjaj Republik Islam Tahun ini
-
Manasik haji
Sebuah koran Arab Saudi menulis, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan Lembaga Haji dan Ziarah Iran, mengambil langkah penting untuk partisipasi hujjaj Iran pada musim haji 2017 atau 1438 H, seperti negara-negara Islam lain.
Koran al-Riyadh pada Jumat (17/3/2017) tanpa menyinggung isi kesepakatan yang dicapai Arab Saudi dan Iran menulis, pihak Saudi berkomitmen menjamin keselamatan hujjaj Iran.
Ditambahkan bahwa rakyat dan para pemimpin Saudi akan menyambut para jemaah haji dan umrah dari berbagai negara di seluruh dunia Islam serta mengerahkan seluruh fasilitas materi dan maknawi untuk melayani para tamu Allah Swt serta menjamin keselamatan dan kenyamanan mereka.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada hari yang sama merilis pernyataan dan menyebutkan, Lembaga Haji dan Ziarah Iran pada proses perundingan, menuntut penjagaan kehormatan dan keamanan mereka dalam melaksanakan syiar agama serta pada proses pemberian visa di dalam negeri Iran.
Sebelumnya, Hamid Mohammadi, Pengurus Lembaga Haji dan Ziarah Iran berbicara soal persyaratan yang diajukan Tehran untuk kembali mengirim jemaah haji dan mengatakan, "Memiliki dukungan hukum dan konsuler bagi para hujjaj Iran, pembayaran ganti rugi para korban di Mina, menjaga kehormatan hujaj, serta jaminan bahwa mereka dapat melaksanakan ibadah haji dengan tenang dan aman, merupakan di antara persyaratan utama Republik Islam Iran."
Arab Saudi pada 2016 dengan alasan ambigu melarang kehadiran para hujjaj dari sejumlah negara termasuk Iran dan Suriah, untuk melaksanakan manasik haji.
Langkah Saudi itu diambil di saat ribuan hujjaj termasuk 464 hujjaj Iran gugur syahid pada pelaksanaan manasik haji tahun 2015 di Mina, akibat manajemen buruk pengelola haji Saudi.(MZ)