Al Jazeera: Tel Aviv Tidak Siap Menghadapi Drone Serat Optik Hizbullah
-
Drone Hizbullah
Pars Today – Hizbullah mulai menggunakan jenis baru drone bunuh diri dan hal ini menciptakan tantangan serius bagi sistem militer tentara Zionis.
Menurut laoran Klub Jurnalis Muda (YJC); Al Jazeera dalam sebuah analisis, merujuk pada drone baru Hizbullah yang dikendalikan oleh serat optik, menulis: "Tampaknya ada konsensus luas bahwa tentara Zionis sama sekali tidak siap untuk menghadapi drone baru Hizbullah."
Drone ini, yang terinspirasi dari perang Ukraina, telah digunakan secara lebih luas sejak Maret tahun lalu di Lebanon selatan melawan tentara pendudukan.
Drone FPV, tidak seperti drone biasa yang dikendalikan dengan GPS atau sinyal radio, terhubung ke operatornya melalui serat optik.
Perlu dicatat bahwa sistem perang rezim Zionis biasanya memutus koneksi drone biasa dengan operatornya dengan mengirimkan sinyal gangguan (parazit). Tetapi karena drone jenis ini sama sekali tidak menggunakan sinyal radio, ia praktis kebal terhadap gangguan musuh.
Di sisi lain, drone ini sangat kecil sehingga hampir mustahil untuk dideteksi.
Rezim Zionis sedang mengembangkan senjata laser untuk menghadapi drone ini, tetapi laporan menunjukkan bahwa senjata-senjata ini tidak efektif. Rezim ini juga menggunakan senjata seperti senapan gentel (shotgun), yang tampaknya juga tidak efektif. Dikatakan bahwa pemasangan jaring juga memiliki efek terbatas dalam mencegah drone ini.
Para pakar mengatakan bahwa kekhawatiran tentara Zionis terhadap keamanan tentaranya di Lebanon selatan semakin meningkat secara serius, dan opini-opini di media mencerminkan suasana hati mereka saat ini. (MF)