Menlu Iran Tuntut Pembentukan Tim Pencari Fakta Internasional
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menekankan kembali pentingnya pembentukan Komite Pencari Fakta Internasional untuk menyelidiki serangan kimia mencurigakan di distrik Khan Shaykhun, Selatan Idlib, Suriah pada 4 April 2017.
Seperti dilansir Kantor Diplomasi Media Kementerian Luar Negeri Iran, Selasa (11/4/2017), Mohammad Javad Zarif melanjutkan konsultasi dan dialognya dengan para pejabat tinggi politik dan internasional, di mana secara terpisah melakukan pembicaraan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB, Menlu Italia, Kuwait dan Menlu Turki tentang transformasi terbaru di Suriah.
Zarif dalam percakapan telepon tersebut menekankan pentingnya pembentukan Komite Pencari Fakta Internasional untuk menyelidiki serangan kimia di Suriah.
Menyusul serangan kimia yang mencurigakan di wilayah Khan Shaykhun yang merenggut nyawa lebih dari 100 orang dan melukai 400 lainnya, AS dan sekutunya menuding pemerintah Damaskus menggunakan senjata kimia untuk menumpas oposisi. Pemerintah Suriah telah membantah tudingan tak berdasar tersebut.
Serangan kimia tersebut juga menjadi dalih bagi AS untuk meluncurkan 59 rudal Tomahawk dari dua kapal perang USS Porter dan USS Ross yang bersiaga di Laut Mediterania ke pangkalan udara al-Shayrat di timur Homs, Suriah pada Kamis petang, 6 April 2017. Padahal pangkalan ini merupakan pusat paling utama Suriah untuk memerangi kelompok teroris Takfiri Daesh dan Front al-Nusra.
Serangan rudal AS ke Suriah dilakukan ketika sebelumnya kelompok-kelompok teroris di Irak dan Suriah telah berulang kali menggunakan senjata kimia untuk menyerang rakyat di kedua negara ini, namun AS dan PBB hanya bungkam.
Para pakar meyakini bahwa tudingan penggunaan senjata kimia terhadap pemerintah Suriah merupakan upaya untuk menyesatkan opini publik dan membalikkan fakta menyusul kemenangan terbaru militer Suriah dalam melawan kelompok-kelompok teroris Takfiri.
Serangan AS tersebut juga bertujuan untuk merusak solusi politik atas krisis Suriah menyusul perundingan damai di Jenewa. (RA)