Dubes Perancis: AS Harus Melaksanakan Semua Poin JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i36314-dubes_perancis_as_harus_melaksanakan_semua_poin_jcpoa
Duta Besar Perancis untuk Iran menyambut kesepakatan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 dan menyatakan, "Amerika Serikat harus melaksanakan seluruh poin dalam kesepakatan internasional itu."
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 20, 2017 01:53 Asia/Jakarta
  • JCPOA
    JCPOA

Duta Besar Perancis untuk Iran menyambut kesepakatan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 dan menyatakan, "Amerika Serikat harus melaksanakan seluruh poin dalam kesepakatan internasional itu."

IRNA melaporkan, François Sénémaud pada Rabu (19/4/2017) dalam pertemuan dengan Gubernur Qom, membahas hubungan ekonomi, perdagangan dan industri kedua negara pasca kesepakatan nuklir  seraya menyatakan kesiapan perluasan kerjasama dengan Iran.

 

François Sénémaud menambahkan, penandatanganan kontrak di bidang impor pesawat dan kerjasama di sektor otomotif serta jalur kereta api, merupakan bukti soal penekanan kedua pihak untuk meningkatkan kerjasama ekonomi pada era pasca kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

 

Di lain pihak, Sayyid Mehdi Sadeqi, Gubernur Qom menyinggung hubungan Iran dan Perancis secara mengatakan, "Telah tercipta kondisi sangat kondusif untuk peningkatan kerjasama di berbagai bidang."

 

Sadeqi, menyinggung kesepakatan nuklir Iran dan negara-negara anggota Kelompok 5+1 dan mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan hasil sikap moderat Iran dan berkuasanya rasionalitas dalam atmosfer internasional.

 

Sadeqi juga menyinggung kapasitas provinsi Qom di sektor pariwisata, industri dan pertambangan dan mengatakan, "Terletak di jalur lintas utama negara dan dekat dengan ibukota termasuk di antara keistimewaan provinsi Qom bagi para investor."

 

Menyinggung peningkatan drastis hubungan kedua negara pasca kesepakatan nuklir dan bahwa setiap tahunnya sebanyak  tiga juta turis dan peziarah asing datang ke kota Qom, Sayyid Mehdi Sadeqi menyatakan kesiapan penuh provinsi Qom untuk menerima para investor Perancis dalam membangun infrastruktur pariwisata.(MZ)