Iran Siap Realiasi Program Jalur Sutra Darat dan Laut
-
Jalur Sutra Darat dan Laut
Menteri Ekonomi dan Keuangan Republik Islam Iran menyambut rencana Xi Jinping, Presiden Cina pada tahun 2013 untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra Baru dan menilai pelaksanaannya sebagai faktor penguat, solidaritas dan ikatan lebih di antara negara-negara yang berada di jalur bersejarah ini.
Ali Tayebnia mengungkapkan hal itu ketika menegaskan pentingnya pelaksanaan ide yang dikenal dengan "One Belt, One Road (OBOR)" itu. Menurutnya, rencana seperti itu akan menyebabkan kekompakan di antara negara-negara. Demikian dilansir IRNA, Kamis (11/5/2017).
Ia lebih lanjut menyinggung hubungan antara Iran dan Cina, dan menyebut kedua negara sebagai dua mitra yang strategis.
"Republik Islam Iran akan mengerahkan semua kemampuan, kerjasama dan upayanya untuk mengimplementasikan dengan lebih baik dan sempurna rencana untuk membangkitkan kembali Jalur Sutra, "ujarnya.
Pada 7 September 2013, selang beberapa bulan setelah terpilih sebagai Presiden, Xi Jinping mengemukakan gagasan pembangunan "Sabuk Ekonomi Jalur Sutra" atau Silk Road Economic Belt (Jalur Sutra Darat). Hal ini disampaikan Xi dalam kunjungan kenegaraannya ke Kazakhstan.
Tiga pekan kemudian, tepatnya ketika melawat ke Indonesia pada 2-3 Oktober 2013, Presiden Cina mengusulkan konsep "Jalur Sutra Maritim Abad ke-21" atau 21st Century Maritime Silk Road (Jalur Sutra Laut).
Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 bertujuan untuk menghubungkan negara-negara yang dilintasi rute perdagangan Jalur Sutra kuno, yaitu mulai dari Asia Tengah hingga Eropa dan Afrika, serta mulai dari Asia Tenggara hingga Jazirah Arab.
Kedua konsep tersebut digabungkan sehingga dikenal pula dengan istilah "Belt and Road Initiative (BRI) " yang sebelumnya sempat disebut sebagai One Belt One Road.
Pada tahun yang sama ketika inisiatif BRI diluncurkan, pemerintah Cina menginisiasi lahirnya Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang bertujuan mendukung pembangunan infrastruktur di kawasan Asia.
Bersama Silk Road Fund, sebuah lembaga investasi milik pemerintah, AIIB menjadi pendorong peningkatan investasi di negara-negara terkait BRI, di mana yang menjadi kunci penghubung cita-cita Cina untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra Maritim adalah Provinsi Fujian. Ini tidak lepas dari keberadaan Quanzhou.
Ali Tayebnia yang mewakili Republik Islam Iran menjadi tamu khusus dalam pertemuan internasional Jalur Sutra di Cina yang digelar di kota Beijing.
Pertemuan yang akan diselenggarakan pada 14-15 Mei itu akan dihadiri oleh 1.500 peserta termasuk 850 tamu asing dari 130 negara dunia dan 70 organisasi internasional. (RA)