Qassemi Respon Tegas Tudingan Presiden AS terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i38054-qassemi_respon_tegas_tudingan_presiden_as_terhadap_iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengkritik pernyataan interventif pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran.
(last modified 2026-06-22T19:16:19+00:00 )
May 22, 2017 13:34 Asia/Jakarta
  • Bahram Qassemi, Jubir Kemlu RII
    Bahram Qassemi, Jubir Kemlu RII

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengkritik pernyataan interventif pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran.

"AS harus menghentikan kebijakan pengobaran perang, intervensi, Iranophobia dan penjualan senjata berbahaya dan tidak berguna kepada para pendukung utama terorisme," kata Bahram Qassemi, Senin (22/5/2017) seperti dilansir IRNA.

Ia menambahkan, kurang dari 48 jam pasca penyelenggaran pemilu presiden Iran periode ke-12, Donald Trump, Presiden AS melontarkan pernyataan interventif terhadap Iran dan menyebarkan Iranophobia serta melanjutkan kebijakan permusuhannya kepada Tehran dengan tujuan mendorong negara-negara regional untuk meningkatkan pembelian senjata dari AS.

Qassemi lebih lanjut menyinggung kondisi di Yaman dan hancurnya infrastruktur penting di Suriah akibat ulah kelompok-kelompok teroris dukungan asing.

"Sayangnya, sejumlah negara di kawasan alih-alih mengandalkan kemampuan rakyatnya dan memanfaatkan kapasitas kerjasama regional, namun mereka justru bergantung kepada kekuatan-kekuatan besar dan memberikan ruang untuk melemahkan dan menghancurkan infrastruktur vital negara-negara di kawasan," ujarnya.

Jubir Kemlu Iran lebih lanjut menuturkan, amat mengherankan bahwa sebuah negara menuding Iran sebagai penyebab instabilitas di kawasan ketika negara itu sendiri selama puluhan tahun memberikan dukungan penuh persenjataan, finansial dan informasi kepada rezim Zionis Israel untuk menumpas rakyat tertindas Palestina, dan juga terlibat dalam pembunuhan rakyat tertindas Yaman dalam beberapa tahun terakhir ini melalui dukungan persenjataan mereka kepada rezim-rezim Arab di kawasan Teluk Persia yang mengagresi Yaman.

"AS dan mitra-mitranya di kawasan harus mengetahui bahwa hari ini, Republik Islam Iran sebagai sebuah negara demokratis yang stabil dan kuat serta memperoleh dukungan dari rakyatnya adalah corong perdamaian, ketenteraman dan hubungan bertentagga yang baik di kawasan serta memberantas kekerasan dan ekstremisme di dunia, di mana retorika negara-negara itu tidak akan mampu mengubah jalannya," pungkasnya.

Donald Trump, Presiden AS dalam pidatonya di Riyadh, ibukota Arab Saudi pada hari Minggu, menuding Iran sebagai pendukung terorisme. (RA)