Dialog Hassan Rouhani dan Emanuel Macron
Presiden baru Perancis, Emanuel Macron dalam pembicaraan telepon dengan Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran pada Senin (22/5/2017) sore, menekankan kelanjutan dan perluasan hubungan antara Paris dan Tehran.
Macron mengucapkan selamat atas kemenangan Rouhani pada pilpres 19 Mei dan menilai penting partisipasi luas masyarakat dalam pemilu itu. Ia menekankan pentingnya perluasan hubungan dan kerjasama kedua negara di berbagai bidang.
Perancis memainkan peran signifikan dalam perundingan Iran dengan Kelompok 5+1 sehingga melahirkan sebuah kesepakatan yang disebut Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Meski JCPOA menemui banyak batu sandungan dalam implementasinya, namun kunjungan Rouhani ke Paris pada Januari 2016 telah menunjukkan pentingnya hubungan Iran dan Perancis.
JCPOA menghadapi banyak tantangan dalam pelaksanaannya karena inkonsistensi Amerika Serikat. Salah satu tantangan itu adanya hambatan perbankan untuk perluasan hubungan bisnis Iran dengan negara-negara Eropa termasuk Perancis. Tanpa hubungan perbankan, maka banyak dari proyek-proyek tidak bisa dilaksanakan.
Saat ini, perusahaan-perusahaan besar Perancis sedang menandatangani pengerjaan proyek-proyek besar di Iran seperti, proyek jalur kereta api, pelabuhan, pesawat, produk makanan, teknologi informasi, dan komunikasi. Jadi, bagi Perancis sangat penting untuk menghormati kontrak internasional tersebut.
Untuk itu, Macron menganggap JCPOA sebagai sebuah kontrak penting dalam konteks keamanan regional dan internasional. Ia menyerukan dukungan semua pihak untuk kesepakatan nuklir demi pengembangan ekonomi dan peningkatan kerjasama dengan Iran.
Ia juga menyinggung peran penting Iran dalam memecahkan krisis Suriah dan memerangi terorisme di wilayah Timur Tengah, serta mendesak upaya serius semua pihak untuk membangun stabilitas dan perdamaian di kawasan dan memerangi terorisme.
Dalam hal ini, Presiden Iran mencatat bahwa Tehran memiliki kapasitas besar di semua level untuk menumpas terorisme dan memecahkan krisis Suriah dengan merangkul negara-negara lain.
Dalam masalah Suriah, Iran telah melakukan kerjasama yang efektif dengan Rusia dan kerjasama seperti ini juga dapat dilakukan dengan Perancis.
Presiden Rouhani sebelum ini telah mengumumkan kesiapan Iran untuk bertukar pandangan secara konstan dengan Perancis terkait isu-isu bilateral, regional, dan internasional.
"Iran siap untuk bekerja sama di semua level dengan negara lain termasuk Perancis, untuk memerangi terorisme dan menyelesaikan krisis Suriah," ucap Rouhani.
Presiden Iran berharap Eropa tidak terjerumus ke dalam perangkap negara-negara yang melakukan interpretasi keliru mengenai wilayah Timur Tengah. (RM)