Iran Serukan Hentikan Perang demi Atasi Tragedi Kemanusian di Yaman
-
Jubir kemenlu Iran, Bahram Ghassemi
Juru bicara kementerian luar negeri Republik Islam Iran, Bahram Ghassemi mengatakan, berlanjutnya perang, pemboman dan blokade udara, darat dan laut di Yaman menyebabkan sebagian besar rakyat di negara Arab ini menghadapi ancaman kelaparan.
Agresi militer yang dilancarkan koalisi Arab pimpinan rezim Al Saud dengan lampu hijau AS sejak Maret 2015 menyebabkan rusaknya infrastruktur negara ini dan menewaskan puluhan ribu orang, terutama warga sipil.
Kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa jumlah korban Kolera di Yaman meningkat menjadi 473 orang.
WHO dalam pernyataan terbarunya menyatakan, sejak menyebarnya pernyakit Kolera di Yaman pada akhir Oktober 2016, tercatat lebih dari 52.000 kasus dugaan terkait Kolera.
Berdasarkan pernyataan tersebut, dalam tiga hari lalu, terdapat lebih dari 13.000 kasus dugaan terkena penyakit Kolera di 19 provinsi di Yaman.
Menurut WHO, jumlah korban Kolera di Yaman sebanyak 420 orang dan kasus dugaan terjangkit dengan penyakit ini mencapai 42.000 orang.
Kantor pusat diplomasi media kementerian luar negeri Iran melaporkan, Bahram Ghassemi, jubir kemenlu Iran, hari Senin (29/5) mengatakan, Lembaga internasional dan masyarakat dunia harus meningkatkan upayanya untuk membantu mengatasi tragedi kemanusiaan yang menimpa Yaman.
"Republik Islam Iran meyakini satu-satunya solusi mengatasi krisis Yaman adalah pendekatan politik melalui dialog antarsemua pihak di negara ini, dan pembentukan pemerintahanan persatuan nasional," ujar Bahram Ghassemi.