Qassemi: KTT Arab-Amerika Memiliki Dampak Buruk
-
Bahram Qassemi, Jubir Kemlu RII.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dalam pernyataan terbaru menyinggung pemutusan hubungan diplomatik Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir dengan Qatar.
Bahram Qassemi mengatakan, persoalan yang muncul pasca penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Arab-Amerika di Riyadh pada 21 Mei 2017 membawa dampak yang merusak.
"Negara-negara ini harus berdialog dalam sebuah proses positif dan di meja perundingan," kata Qassemi kepada wartawan pada Senin (12/6/2017).
Ia menjelaskan bahwa Iran menginginkan hubungan komprehensif dengan semua negara tetangganya.
"Jika ada bidang-bidang yang diperlukan, Republik Islam Iran berupaya untuk meningkatkan kerjasama regional," imbuhnya.
Jubir Kemlu Iran lebih lanjut menyinggung kondisi Suriah saat ini, dan mengatakan, langkah Amerika Serikat di Suriah telah menyebabkan "terbelinya waktu" bagi para teroris, dan jika Washington benar-benar ingin melangkah di jalur pemberantasan terorisme, ia harus menciptakan perubahan dalam keputusan-keputusannya.
Terkait dengan penyelenggaraan perundingan di Astana, ibukota Kazakhstan, Qassemi menuturkan, dalam beberapa hari mendatang pertemuan tingkat pakar terkait perudingan Astana akan diselenggarkan di Moskow, ibukota Rusia, dan kemungkinan sepekan setelahnya, babak kelima perundingan Astana akan digelar.
Di bagian lain pernyataannya, jubir Kemlu Iran menyinggung klaim sebuah surat kabar Arab Saudi tentang referendum di Kurdistan Irak.
"Integritas teritorial Irak sangat penting dan rakyat negara ini dengan stabil dan demokratis harus mampu hidup dan melindungi hak-haknya," jelasnya.
Ketika ditanya wartawan apakah Kemenlu Iran tidak berniat untuk mengadukan Kemlu Arab Saudi terkait dengan serangan teror di Tehran? Qassemi menjawab, sebelum insiden ini, sejumlah pejabat Arab Saudi mengeluarkan pernyataan absurd dan menimbulkan kecurigaan, di mana masalah ini sedang dievaluasi oleh departeman terkait, dan jika tercapai kesimpulan, akan diambil langkah-langkah yang diperlukan.
Di bagian akhir statemennya, Qassemi menyinggung sanksi baru anti-Iran yang disetujui di Senat AS. Ia mengatakan, kebijakan sanksi adalah kebijakan gagal dan para pejabat Gedung Putih harus mengambil pelajaran dari masa lalu. (RA)