Rahbar: Jangan Percaya Kepada Amerika Serikat
-
Rahbar bersama PM Irak
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei memperingatkan agar tidak percaya kepada Amerika Serikat seraya mengatakan, Washington menentang independensi dan persatuan Irak.
"Diperlukan kewaspadaan dalam melawan Amerika dan mereka seharusnya tidak dipercaya sama sekali karena AS dan bonekanya menentang independensi, identitas dan persatuan Irak," kata Ayatullah Khamenei dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi di Tehran pada Selasa (20/6/2017).
Rahbar memuji kesatuan dan koherensi antara semua gerakan politik dan mazhab Irak dalam perjuangan mereka melawan teroris Daesh dan mengatakan, Unit Mobilisasi Rakyat, atau yang dikenal dengan nama Arab mereka, Hashd Al-Shaabi, adalah sangat penting dan merupakan elemen kekuatan bagi negara tersebut.
Ayatullah Khamenei menambahkan bahwa AS menentang Hashd al-Shaabi karena "mereka [orang Amerika] ingin Irak kehilangan elemen kekuatan utamanya."
"Jangan percaya Amerika sama sekali karena mereka mencari kesempatan untuk menyerang," kata Pemimpin.
Ayatullah Khamenei juga memperingatkan bahwa setiap kemunculan perpecahan dan konflik di antara rakyat Irak akan membuka jalan bagi Washington untuk memukul Irak, seraya menekankan pentingnya mencegah kehadiran pasukan AS di Irak dengan dalih pelatihan.
Rahbar lebih jauh menekankan bahwa AS dan sejumlah sekutunya di kawasan tidak mengupayakan kehancuran dan pemberantasan Daesh karena kelompok teroris itu telah diciptakan dengan dukungan mereka dan ingin memperpanjang eksistensi Daesh di Irak.
Rahbar menekankan pentingnya menjaga integritas teritorial Irak dan mengatakan, "Sebagai tetangga, Republik Islam Iran menentang sejumlah bisikan tentang digelarnya referendum untuk pemisahan wilayah Irak."
Ayatullah Khamenei berharap pemerintah Irak akan berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan mengatakan, "Pemerintah Irak harus diperkuat dengan segala cara dan semua gerakan politik dan mazhab di Irak harus mendukung pemerintahan yang berkuasa."
Di bagian lain pernyataannya, Rahbar juga mengatakan bahwa Iran dan Irak harus terus memperluas hubungan di berbagai bidang, serta mendesak kedua pihak untuk menghapus hambatan guna meningkatkan kerja sama bilateral.
Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri, Perdana Menteri Irak mengapresiasi dukungan Iran untuk negaranya dalam perang melawan Daesh.
Abadi mengatakan semua kelompok politik dan mazhab Irak bersatu dalam pertempuran melawan Daesh sampai pemberantasannya secara penuh.
Ditambahkannya bahwa Baghdad membutuhkan bantuan Tehran selama perang melawan Daesh dan pasca penumpasan para anasir Takfiri, yang merupakan masa stabilitas, perdamaian dan konstruksi Irak.(MZ)