Iran: AS dan Sekutunya Berperan Besar dalam Penyebaran Terorisme
https://parstoday.ir/id/news/iran-i40064-iran_as_dan_sekutunya_berperan_besar_dalam_penyebaran_terorisme
Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, keterlibatan Amerika Serikat, Barat dan sejumlah negara Arab dalam memperluas terorisme dan menciptakan instabilitas di kawasan dan dunia sangat menonjol.
(last modified 2026-04-15T09:44:22+00:00 )
Jun 25, 2017 14:14 Asia/Jakarta
  • Kamal Kharrazi, Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri RII.
    Kamal Kharrazi, Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri RII.

Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, keterlibatan Amerika Serikat, Barat dan sejumlah negara Arab dalam memperluas terorisme dan menciptakan instabilitas di kawasan dan dunia sangat menonjol.

Kamal Kharrazi mengatakan hal itu dalam jumpa pers di sela-sela Forum Perdamaian Dunia Ke-6 di Beijing, Minggu (25/6/2017).

"Penyebab meluasnya terorisme di kawasan Timur Tengah adalah pengambilan kebijakan anti-demokrasi oleh sejumlah pemerintahan regional," imbuhnya.

Ia menilai akar terorisme berasal dari ideologi ekstrem-Takfiri, dan mengatakan, kebiadaban kelompok-kelompok teroris termasuk Daesh di Suriah dan Irak tidak ada hubungannya dengan ajaran Islam, namun tindakan ini berakar dari kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menyebarkan pemikiran menyimpang, ekstrem dan radikal.

Kharrazi lebih lanjut menyebut Republik Islam sebagai salah satu korban terbesar terorisme di dunia.

"Klaim palsu Arab Saudi dan AS yang memperkenalkan Republik Islam Iran sebagai penyebab instabilitas di kawasan adalah pekataan konyol," ujarnya.

Di bagian lain pernyataannya, Ketua Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran menyinggung intervensi AS dan Arab Saudi dalam urusan internal sejumlah negara di kawasan termasuk Yaman.

"Kebijakan Arab Saudi mengagresi Yaman dan membentuk koalisi anti-rakyat negara ini sama sekali tidak bisa dijustifikasi, dan pemboman terhadap warga tak berdosa negara ini juga sama sekali bukan solusi atas persoalan di Yaman, pungkasnya.

Forum Perdamaian Internasional ke-6 yang dimulai dari hari Sabtu, dihadiri oleh para cendekiawan dan pemikir politik dari berbagai negara dunia. Forum yang berakhir pada hari Minggu ini diselenggarakan di kota Beijing. (RA)