Kembalinya Total; Langkah Besar Perancis Berinvestasi di Iran
Kontrak untuk mengembangkan Fase 11 Pars Selatan, antara Perusahaan Minyak Nasional Iran dan sebuah Konsorsium Internasional dari Total, perusahaan minyak Perancis senilai 4 miliar, delapan ratus juta dolar ditandatangani di Teheran Senin (3/7).
Penandatanganan kontrak ini dihadiri Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zangeneh bersama Ali Kardar, Direktur Perusahaan Nasional Minyak Iran (NIOC) dan Patrick Pouyanne, CEO Tortal, Lu, CEO China National Petroleum Corporation (International) serta Ezzatollah Akbari, CEO Petropars.
Perusahaan Total pada 2009 telah menandatangani kontrak pengembangan Fase 11, tapi dengan bergabungnya Perancis dengan mitra anggota Uni Eropa dalam menerapkan sanksi yang mencakup larangan masalah perminyakan, Total pada 2012 terpaksa meninggalkan proyeknya di Iran.
Republik Islam Iran pada tahun ini (2017) berusaha menandatangani kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan besar minyak seperti Lukoil Rusia, Maersk Oil Denmark dan Pertamina Indonesia. Di antara perusahaan-perusahaan ini, Total telah terlebih dahulu menjadi pemain di industri minyak Iran. Sekalipun demikian, Perusahaan Minyak Nasional Cina (CNPC) juga merupakan partner strategis Iran dalam pengembangan Fase 11 Pars Selatan. Berdasarkan nota kesepahaman, telah ditandatangani prinsip rencana pengembangan Fase 11 Pars Selatan senilai 4 miliar, 800 juga dolar pada 8 November 2016 dengan konsorsium internasional yang terdiri dari perusahaan Total Perancis, CNPC Cina dan Petropars di Tehran.
Pelaksanaan kontrak pengembangan Fase 11 Pars Selatan membuat Iran mampu menambah 56 juta meter kubik gas setiap harinya dari ladang gas Pars Selatan yang dikelola bersama Qatar
Patrick Pouyanne, CEO Total mengatakan, "Partisipasi dalam pengembangan Fase 11 ladang gas Pars Selatan Iran menyebabkan terciptanya kerangka perdagangan yang menarik."
Tidak ada yang meragukan menariknya kontrak ini bagi mereka yang ingin melakukan investasi. Ladang gas Pars Selatan merupakan sumber gas terbesar dunia yang berada di garis perbatasan bersama antara Iran dan Qatar. Cadangan gas di ladang ini sekitar 14 trilyun meter kubik bersama 18 miliar barel kondensat gas yang mencakup 8 persen dari seluruh gas dunia. Sejak lama perusahaan-perusahaan asing telah melakukan penjajakan untuk menandatangani kontrak dengan Iran. Perusahaan Total Perancis termasuk salah satu perusahaan yang aktif di bidang perminyakan, gas dan petrokimia menyatakan keinginannya mengembangkan aktifitasnya di Iran. Para pejabat perusahaan besar Perancis ini mengatakan ingin melakukan kerjasama dengan hasil win-win untuk melakukan alih teknologi dan investasi ke Iran.
Industri minyak Iran selama Program Keenam membutuhkan investasi sebesar 200 miliar dolar dan saham utama minyak dan gas mencapai 130 miliar dolar. Tapi masih terdapat kendala untuk mencapai tujuan itu seperti model kontrak kemitraan dan pembiayaan investasi dalam industri perminyakan.
Eric Quenet, Perwakilan Total di Iran beberapa waktu lalu dalam wawancara dengan PetroEnergy Information Network menyinggung sumber minyak dan gas serta sumber daya manusia Iran mengatakan, "Iran di industri hilir perminyakan dan gas memiliki kapasitas yang baik dan besar untuk berkembang dan Iran mampu menjadi satu dari produsen utama produk-produk petrokimia di kawasan dan dunia."
Perwakilan Total di Iran juga menyebutkan masalah yang di hadapi perusahaan-perusahaan internasional dalam upayanya mengembangkan kerjasama dengan Iran seraya menjelaskan, "Sanksi telah berkurang, tapi transfer dana untuk berinvestasi di Iran masih menemui masalah."
Dalam kondisi yang demikian, dapat dikatakan bahwa penandatanganan kontrak ini membawa pesan lain. Kontrak ini difinalkan tepat ketika Amerika berusaha menyusun barisan dalam kerangka penerapan sanksi baru terhadap Iran dengan alasan lain. Sejatinya, negara-negara Eropa seperti Perancis, Jerman dan Italia yang berinisiatif lebih dulu kembali dalam kerjasama ekonomi dengan Iran, berusaha mengambil jarak dari kebijakan tidak rasional Amerika.
Tapi masih ada masalah yang lebih besar dalam hal ini. Kontradiksi antara hausnya perusahaan-perusahaan Eropa untuk kembali ke pasar menguntungkan Iran dan pada saat yang sama bergabung dengan atmosfir negatir Amerika terhadap Iran dalam isu-isu seperti hak asasi manusia dan standar ganda dalam menghadapi masalah terorisme. Contoh terbarunya adalah Perancis baru-baru ini menjadi tuan rumah dari kelompok teroris Munafikin (MKO). Ini merupakan perilaku jenis standar ganda dan ke depannya akan membuat kerjasama dua negara mengalami masalah.