Pasca Operasi Mati Syahid di Masjid Al-Aqsa Tahap Baru Intifada Dimulai
-
tentara Zionis di kompleks Masjid al-Aqsa
Sekretaris Jenderal Konferensi Dukungan untuk Intifada Palestina, Hossein Amir-abdollahian menyatakan, operasi mati syahid pada Jumat (14/7/2017) oleh para pemuda Palestina di Masjid al-Aqsa, menunjukkan perubahan dalam perlawanan dan dimulainya tahap baru Intifada Palestina anti-rezim penjajah Zionis.
Pada hari Jumat, tiga pemuda Palestina dalam sebuah operasi mati syahid di Masjid al-Aqsa, membunuh dua tentara tentara Israel dan kedunya dibunuh oleh para tentara Israel.
Amir-abdollahian mengecam aksi Israel melarang masuknya para jemaah shalat Palestina ke Masjid al-Aqsa menyusul operasi mati syahid tersebut dan mengatakan, "Sejak pendudukan tempat suci ini pada 1969 hingga kini, ini adalah pertama kalinya rezim Zionis melarang masuknya jemaah shalat dan melarang pelaksanaan shalat Jumat di kiblat pertama umat Islam ini."
Amir-abdollahian menjelaskan bahwa politik rezim Zionis adalah dalam rangka memindah ibukota Tel Aviv ke Baitul Maqdis dan bahwa kebungkaman masyarakat internasional serta dukungan AS, serta kebungkaman sejumlah penguasa Arab dalam masalah ini, membuat rezim Zionis semakin lancang.
Ditambahkannya, namun kondisi ini memaksa bangsa tertindas Palestina untuk menggunakan segala sarana untuk menyampaikan protes mereka sesuai dengan hukum internasional dan memperjuangkan hak-hak sah mereka.
Ditujukannya kepada pihak-pihak yang mengupayakan perdamaian dengan rezim Zionis, Amir-abdollahian mengatakan, "Fakta yang sejak lama disadari oleh para pejabat dan rakyat Palestina itu harus dimengerti bahwa satu-satunya cara untuk menggapai hak-hak bangsa Palestina adalah perjuangan dan muqawama di hadapan rezim Zionis Israel."(MZ)