Gelombang ke‑89 Operasi Janji Sejati-4 Menarget Konsentrasi Teroris Israel
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188162-gelombang_ke_89_operasi_janji_sejati_4_menarget_konsentrasi_teroris_israel
Pars Today - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pelaksanaan Gelombang ke-89 Operasi Janji Sejati-4 dengan sandi “Ya Musa Kalimullah”, dengan penembakan lebih dari 100 rudal berat, drone ofensif, dan 200 roket terhadap sejumlah target di wilayah Eilat, Tel Aviv, Bnei Brak, serta “posisi militer dan tempat berkumpulnya pasukan teroris Israel”.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Apr 01, 2026 14:50 Asia/Jakarta
  • Gelombang ke‑89 Operasi Janji Sejati-4
    Gelombang ke‑89 Operasi Janji Sejati-4

Pars Today - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pelaksanaan Gelombang ke-89 Operasi Janji Sejati-4 dengan sandi “Ya Musa Kalimullah”, dengan penembakan lebih dari 100 rudal berat, drone ofensif, dan 200 roket terhadap sejumlah target di wilayah Eilat, Tel Aviv, Bnei Brak, serta “posisi militer dan tempat berkumpulnya pasukan teroris Israel”.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, IRGC menyatakan bahwa operasi terkoordinasi antara Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dan kelompok‑kelompok Poros Perlawanan dilakukan di seluruh kawasan Asia Barat, mencakup radius “puluhan ribu kilometer”, serta menyasar titik‑titik dari utara hingga selatan Wilayah Pendudukan.

Dalam laporan ini disebutkan bahwa operasi ini dilakukan sebagai penghormatan kepada “syuhada perlawanan Yaman”. Menurut klaim sumber lokal yang dikutip laporan itu, serangan di Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak disebut telah menimbulkan “kerugian signifikan” bagi Israel.

IRGC juga menyatakan bahwa sebuah lokasi persembunyian pasukan Amerika Serikat di Bahrain yang disebut menampung “80 personel” telah terkena serangan presisi. Selain itu, kelompok helikopter pasukan AS di Pangkalan Al‑Udairi dilaporkan menjadi sasaran rudal balistik, yang mengakibatkan satu helikopter hancur dan beberapa lainnya mengalami kerusakan serius.

Dalam pernyataan lebih lanjut, IRGC menggambarkan apa yang mereka sebut sebagai “kesatuan umat Islam”, “koordinasi antarfront”, serta “kohesi masyarakat Iran” sebagai salah satu hasil dari perang yang dipaksakan terhadap Iran dan Dunia Islam.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa “kondisi sulit” di Wilayah Pendudukan menjelang perayaan Yahudi, gangguan pada layanan medis dan pangan di Amerika Serikat, perpindahan personel militer AS dari kawasan, serta tekanan inflasi global digambarkan sebagai bagian dari dampak perang.

IRGC menutup pernyataannya dengan menyebut bahwa gelombang operasi ini “berlanjut dengan intensitas penuh”, dan bahwa informasi tambahan akan diumumkan kemudian.(sl)