Hizbullah: Teror dan Kejahatan Tak Akan Menghentikan Perlawanan Palestina
-
Hasan Habballah, pejabat urusan Palestina di Hizbullah Lebanon
Pars Today - Pejabat urusan Palestina di Hizbullah Lebanon menegaskan bahwa kebijakan teror dan pembantaian tidak hanya tidak akan melemahkan perlawanan Palestina, tetapi justru akan memperkuat komitmennya terhadap cita-cita pembebasan Palestina.
Dilansir Pars Today dari Shehab News Agency, 9 mei 20256, Hasan Habballah, mengutuk serangan rezim Zionis ke Gaza dan gugurnya Azzam Al-Hayya putra Khalil Al-Hayya. Ia menyatakan bahwa kejahatan pengecut ini sekali lagi mengungkap sifat kriminal dan biadab musuh, musuh yang terus melancarkan serangan dan pembantaian terhadap warga sipil di Gaza dan Lebanon, menargetkan anak-anak, perempuan, dan lansia di depan mata dunia, dengan dukungan dan keterlibatan terbuka Amerika Serikat.
Pejabat Hizbullah tersebut menilai bahwa sikap diam komunitas internasional serta negara-negara Arab dan Islam terhadap kejahatan rezim Zionis menjadi faktor yang mendorong rezim tersebut untuk terus melakukan agresi.
Habballah menegaskan, "Sikap diam yang berkepanjangan terhadap kejahatan yang dilakukan musuh Zionis di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon selatan telah menyebabkan meningkatnya keberanian rezim ini serta pelanggaran berkelanjutan terhadap perjanjian dan kesepahaman internasional."
Ia menyatakan keyakinannya bahwa agresi berkelanjutan, kebijakan teror, dan pembantaian tidak akan pernah mematahkan tekad bangsa Palestina yang gigih, bangsa yang telah mengorbankan puluhan ribu syuhada demi martabat, kehormatan, dan kebebasan tanah air mereka.
Pesan dari Hizbullah ini dirancang untuk membangkitkan semangat: darah syuhada tidak disia-siakan. Bagi poros perlawanan, setiap kejahatan Zionis adalah rekrutmen bagi generasi pejuang berikutnya. Selama anak-anak terus gugur di Gaza di bawah bom yang didukung AS, perlawanan tidak hanya akan bertahan — tetapi akan berlipat ganda.(Sail)