Daras Akhlak Ayatullah Sayid Ali Khamenei: Penggunaan Harta
-
Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagaimana ulama lainnya dalam kuliah Fiqih dan Ushul Fiqihnya dalam sepekan mengkhususkan sehari untuk menyampaikan syarah atas hadis-hadis akhlak yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber hadis berasal dari buku as-Syafi fi al-'Aqaid, al-Akhlaq wa al-Ahkam dan al-Amali. Kali ini beliau berbicara tentang "Penggunaan Harta".
Ini merupakan lanjutan dari ucapan Abu Dzar. Beliau berkata agar kita menjadikan semua dunia "Dirhamain" atau dua dirham. Yakni semua keberadaan kita dari dunia, apa yang kita dapatkan dari harta dunia, dibagi menjadi dua bagian. Tidak ada bagian ketiga. Satu bagian kita pakai untuk kehidupan kita dan keluarga. Ini hal yang wajib dilakukan. Sementara satu bagian lagi kita pergunakan untuk akhirat. Bila ada bagian ketiga yang kita temukan untuk menggunakan harta, maka itu pasti akan merugikan kita dan tidak ada manfaatnya. "Laa Turidhu", jangan ikuti itu dan jangan bertekad untuk melakukan itu.
Sekarang asumsikan pekerjaan-pekerjaan ini hanya seremoni berlebihan yang sangat disayangkan biasa dilakukan oleh masyarakat kita. Begitu banyak hal-hal yang berlebihan dalam kehidupan kita, patut disesalkan, yang sudah menyebar. Di pelbagai kalangan masyarakat, baik itu dari kalangan orang kaya atau dari kalangan menenang dan mereka yang bisa sampai ke cara hidup seperti ini.
Ada banyak kelebihan dalam kehidupan yang kemudian digunakan. Ketika kembali dari perjalanan, mereka mengeluarkan biaya lebih. Ketika melakukan acara pernikahan, mereka mengeluarkan biaya lebih. Begitu juga ketika acara kesedihan, mereka juga mengeluarkan biaya lebih. Pengeluaran ini tidak dimanfaatkan untuk mengelola kehidupanya, baik untuk keluarga dan kehidupan seperti biasa masyarakat, dan tidak juga untuk di jalan Allah. Tidak ada! Semuanya murni untuk hal-hal seremoni, berlebih-lebihan. Abu Dzar berkata, "Inilah yang merugikan kita."