Tehran, Tuan Rumah Pertemuan Segitiga
Tehran hari Rabu (1/11/2017) menjadi tuan rumah pertemuan segitiga antara pemimpin Republik Islam Iran, Rusia dan Republik Azerbaijan.
Para pengamat mengungkapkan setidaknya ada tiga poin yang mengindikasikan urgensi pertemuan tersebut. Pertama, pertemuan tingkat tinggi tiga negara ini menunjukkan peran penting Tehran sebagai pusat solidaritas regional, terutama dalam kondisi AS semakin agresif menyebarkan citra buruk mengenai peran Iran di kawasan.
Kedua, isu yang dibahas dalam pertemuan ini menunjukkan perhatian terhadap potensi strategis peningkatan kerja sama dan solidaritas negara-negara kawasan, sekaligus bertetangga ini.
Ketiga, pertemuan ini memiliki perhatian khusus terhadap krisis regional, lebih khusus kawasan Kaukasus hingga Asia Barat. Hal ini mengindikasikan persamaan pandangan sekaligus memberikan pesan penting bagi negara-negara kawasan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Asia Pasifik, Muhammad Ibrahim Rahim Pour dalam pertemuan Agustus lalu yang dihadiri anggota pusat studi Iran dan Eurasia menjelaskan, Pertemuan segitiga antara Iran, Rusia dan Republik Azerbaijan digelar di saat hubungan bilateral antara Iran dan Rusia menjadi titik balik. Sebab, masalah yang dibahas dalam hubungan Tehran dan Moskow menjadikan kedua pihak memutuskan hubungan tersebut berada di level strategis. Kini, realitas yang terjadi di tingkat kawasan dan dunia mendorong kedua pihak saling bekerja sama.
Prakarsa pertemuan segitiga antara pemimpin Iran, Rusia dan Republik Azerbaijan secara akumulatif menegaskan tekad kuat ibu kota ketiga negara ini untuk membuka babak baru peningkatan hubungan di berbagai bidang. Hubungan ekonomi Iran di satu sisi dengan Rusia, dan di sisi lain dengan Republik Azerbaijan bermakna peningkatan hubungan bilateral, sekaligus perluasan kerja sama ekonomi multilateral.
Di sampaing masalah strategis di bidang ekonomi, dari variabel keamanan mengindikasikan urgensitas transformasi di kawasan Asia Barat dan Kaukaus bagi ketiga negara. Pertemuan Tehran akan memperkuat hubungan yang sudah terjalin menjadi semakin erat dan luas, terutama di bidang ekonomi.
Analis masalah Kaukasus, Afshar Solaemani dalam wawancara dengan ILNA menyinggung proyek jalur utara ke selatan, yang menjadi salah satu isu kerja sama antara Iran dan Rusia serta negara-negara kawasan Kaukasus.
Solaemani mengatakan, Iran, Rusia dan Republik Azerbaijan memiliki potensi geopolitik dan geoekonomi yang bisa disinergikan sebagai potensi baik yang akan mendorong terbentuknya kerja sama baru. Ditegaskannya, Terwujudnya kerja sama baru antara Tehran, Moskow dan Baku menyebabkan penguatan stabilitas dan keamanan serta peningkatan kesejahteraan rakyat di kawasan.
Kini, sejumlah isu menjadi agenda pertemuan segitiga, termasuk di antaranya jalur transit utara hingga masalah hukum Caspia, krisis regional dari Suriah hingga Kaukasus serta penumpasan terorisme. Oleh karena itu, kesempatan sehari pertemuan Tehran dipergunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan level hubungan di berbagai bidang ketiga negara bertetangga itu.