Brigjen Hatami: Keamanan Pakistan adalah Keamanan Iran
-
Brigjen Amir Hatami, Menhan RII (Kanan)
Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengatakan, menghormati integritas teritorial dan kedaulatan nasional negara-negara regional merupakan prinsip tetap dari kebijakan luar negeri Iran, dan atas dasar ini, Republik Islam menilai keamanan Pakistan sebagai keamanannya sendiri.
Brigadir Jenderal Amir Hatami mengungkapkan hal itu dalam pertemuannya dengan Jenderal Qamar Javed Bajwa, Kepala Staf Angkatan Darat Militer Pakistan di Tehran, ibukota Iran, Selasa (7/11/2017).
Ia kemudian menyinggung transformasi regional dan internasional, dan menilai kunjungan Kepala Staf AD Pakistan ke Iran sebagai penguat stabilitas dan keamanan dan akan mendorong perluasan hubungan bilateral kedua negara.
Di bagian lain pernyataannya, Brigjen Hatami menyinggung konspirasi arogansi global untuk menciptakan instabilitas keamanan di kawasan.
"Sejumlah negara regional dan trans-regional belum meninggalkan tindakan-tindakan destabilisasinya dan mereka terjebak ke dalam konspirasi Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel). Setelah menyerang Afghanistan dan Irak, dan menciptakan kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di Irak dan Suriah serta menyulut perang di Yaman, kini mereka sedang berusaha untuk membagi negara-negara di kawasan dan membuat kekacauan," imbuhnya.
Menhan Iran juga menyinggung konspirasi usang AS dan rezim Zionis, dan menyebut mereka sebagai pendukung terbesar teroisme di kawasan.
"Ekstremisme lahir dari kebijakan AS, dan pemberantasan terorisme oleh negara ini hanya sebagai dalih bagi para pejabat Gedung Putih untuk mendominasi bumi Islam dan menguasai sumber-sumbernya," jelasnya.
Brigjen Hatami menilai perlawanan Iran terhadap implementasi rencana-rencana keji AS dan rezim Zionis sebagai penyebab utama tekanan terhadap Tehran.
"Republik Islam Iran menggunakan semua kemampuan dan kapasitasnya untuk menjaga keamanan regional dan integritas negara-negara di kawasan ini," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Staf AD Pakistan dalam pertemuan tersebut menyinggung kapasitas negara-negara Muslim dan menekanakan pentingnya empati dan dialog untuk menyelesaikan persoalan di kawasan.
Jenderal Qamar Javed Bajwa tiba di Tehran pada Minggu malam. Kunjungannya ke Iran dalam kerangka dialog dengan para pejabat Tehran untuk memperluas kerjasama militer. (RA)