Jubir Kemlu Iran Reaksi Pernyataan Presiden Perancis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46733-jubir_kemlu_iran_reaksi_pernyataan_presiden_perancis
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mereaksi pernyataan Presiden Perancis dan mengatakan, Paris tidak seharusnya terpengaruh oleh anjuran, klaim dan anggapan keliru sejumlah negara di kawasan Teluk Persia untuk memusuhi Iran.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Nov 12, 2017 09:10 Asia/Jakarta
  • Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII.
    Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mereaksi pernyataan Presiden Perancis dan mengatakan, Paris tidak seharusnya terpengaruh oleh anjuran, klaim dan anggapan keliru sejumlah negara di kawasan Teluk Persia untuk memusuhi Iran.

Bahram Ghasemi dalam pernyataannya pada Sabtu (11/11/2017) menyesalkan pernyataan Emmanuel Macron selama kunjungan ke Uni Emirat Arab pada Rabu, yang menegaskan untuk menindak tegas aktivitas regional dan program rudal Iran.

"Macron dan para pejabat Perancis lainnya mengetahui dengan baik bahwa tuduhan-tuduhan seperti itu terhadap Republik Islam Iran tidak sesuai dengan realitas transformasi di kawasan Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir," ujarnya.

Ia menambahkan, Perancis harus realistis, adil dan bijak dalam memandang perkembangan di kawasan sensitif Timur Tengah dan Teluk Persia.

"Perlakuan yang bertanggung jawab mengharuskan Perancis untuk meyakinkan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk Persia untuk menerapkan kebijakan dan pendekatan yang rasional dan jauh dari emosi," imbuhnya.

Jubir Kemlu Iran lebih lanjut menegaskan bahwa perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) tidak dapat dinegosiasikan kembali.

Ia menjelaskan, Perancis sepenuhnya mengetahui posisi tegas Iran bahwa urusan pertahanan negara ini tidak dapat dirundingkan.

Di bagian lain pernyataannya, Ghasemi menyinggung serangan dan agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang berlangsung beberapa tahun ini.

"Kebungkaman penuh makna tidak seharusnya dilakukan untuk menyikapi berbagai kejahatan Arab Saudi yang sedang berlangsung di Yaman dan pemboman tanpa henti terhadap pusat-pusat dan tempat warga sipil serta pembunuhan perempuan dan anak-anak tak berdosa di negara ini," tegasnya.

Kebungkaman ini, lanjut Ghasemi, dianggap oleh para pejabat Arab Saudi sebagai lampu hijau untuk melanjutkan berbagai kejahatan anti-kemanusiaan di Yaman.

Ia menuturkan, pemerintah Perancis seharusnya mengambil langkah-langkah nyata termasuk memaksa sekutunya di kawasan untuk segera menghentikan perang dan penumpahan darah di Yaman serta menciptakan perdamaian di negara ini. (RA)