Surat Direktur CIA Tidak Dibaca Oleh Jenderal Soleimani
https://parstoday.ir/id/news/iran-i47623-surat_direktur_cia_tidak_dibaca_oleh_jenderal_soleimani
Direktur CIA, Mike Pompeo, menyatakan dirinya telah menulis sebuah surat kepada Panglima Brigade Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Qassem Soleimani, untuk memperingatkannya soal kepentingan AS di Irak.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 03, 2017 09:45 Asia/Jakarta
  • Jenderal Qassem Soleimani (kiri) dan Mike Pompeo
    Jenderal Qassem Soleimani (kiri) dan Mike Pompeo

Direktur CIA, Mike Pompeo, menyatakan dirinya telah menulis sebuah surat kepada Panglima Brigade Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Qassem Soleimani, untuk memperingatkannya soal kepentingan AS di Irak.

Pejabat anti-Iran, yang mungkin akan segera menggantikan Menlu AS Rex Tillerson itu, mengemukakan hal itu pada Sabtu (2/12/2017), dan menyatakan bahwa Soleimani menolak membaca suratnya. Demikian dilaporkan The Washington Post.

"Saya mengirim sebuah catatan. Saya mengirimkannya karena dia mengindikasikan bahwa pasukan yang berada di bawah komandonya mungkin sebenarnya mengancam kepentingan AS di Irak," klaim Pompeo pada sebuah forum pertahanan di Ronald Reagan Presidential Foundation and Institute di Simi Valley, California. "Dia menolak untuk membuka surat itu."

Panglima Brigade Qods IRGC

Terpukul mundur oleh kelompok teroris dukungan asing seperti Daesh, pemerintah pusat Irak meminta bantuan negara jirannya, Iran, untuk mempertahankan perbatasannya dan memulihkan keamanan di negara tersebut.

Pompeo menambahkan bahwa, "Apa yang kami komunikasikan kepadanya [General Soleimani] dalam surat itu adalah bahwa kami akan menilainya dan Iran bertanggungjawab... dan kami ingin memastikan bahwa dia dan pimpinan Iran mengetahui ini secara sangat jelas. "

Dalam sebuah pesan ucapan selamat baru-baru ini kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Brigadir Jenderal Soleimani memuji "kemenangan besar" di hadapan teroris Takfiri Daesh.

Daesh termasuk di antara kelompok teroris yang awalnya dilatih oleh Dinas Intelijen AS di Yordania pada tahun 2012 untuk menggulingkan pemerintah Suriah.(MZ)