Bagaimana Kapitalis dan Pelobi Mengarahkan Pemilu Amerika?
https://parstoday.ir/id/news/world-i195764-bagaimana_kapitalis_dan_pelobi_mengarahkan_pemilu_amerika
Pars Today - Menjelang pemilihan paruh waktu AS tahun 2026, peran uang dan pelobi dalam politik AS menjadi semakin menonjol, di mana kekayaan dapat membentuk pengaruh, narasi, dan agenda politik.
(last modified 2026-08-28T08:03:34+00:00 )
Aug 28, 2026 13:22 Asia/Jakarta
  • Pemilu paruh waktu 2026 di Amerika Serikat
    Pemilu paruh waktu 2026 di Amerika Serikat

Pars Today - Menjelang pemilihan paruh waktu AS tahun 2026, peran uang dan pelobi dalam politik AS menjadi semakin menonjol, di mana kekayaan dapat membentuk pengaruh, narasi, dan agenda politik.

Melansir Pars Today, Jumat, 28 Agustus 2026, perubahan drastis dalam demokrasi AS ini terjadi pasca keputusan Mahkamah Agung dalam kasus Citizens United v. FEC (2010) yang akhirnya mengubah lanskap demokrasi Amerika, di mana pengaruh finansial sering kali mengalahkan suara rakyat biasa. Data terkini menunjukkan bahwa tren ini semakin masif, dengan perusahaan-perusahaan dari sektor teknologi baru seperti kripto, AI, dan taruhan online menjadi aktor utama.

Dominasi Uang dan Lobi dalam Politik AS

Keputusan Citizens United membuka pintu bagi perusahaan dan kelompok kepentingan untuk mengeluarkan dana tanpa batas dalam kampanye politik melalui Super PAC. Dampaknya sangat nyata dan terukur:

Rekor Pengeluaran Korporasi: Pada siklus pemilu 2026, perusahaan telah mengeluarkan $646 juta untuk memengaruhi pemilu federal. Angka ini melebihi total pengeluaran korporasi sepanjang siklus pemilu presiden 2024 yang mencapai $461 juta.

Aktor Baru di Panggung Politik: Sektor teknologi baru seperti kripto, kecerdasan buatan (AI), dan taruhan olahraga online kini menjadi pendorong utama pengeluaran ini. Mereka berkontribusi setidaknya $344 juta, atau lebih dari separuh (53%) dari total pengeluaran korporasi yang terlaporkan pada tahun 2026.

Kekuatan Lobi Pro-Israel: Studi Kasus AIPAC

Sebuah contoh nyata dari pengaruh lobi yang sangat kuat adalah peran AIPAC (American Israel Public Affairs Committee) dalam pemilu. Sebagai lobi pro-Israel yang paling berpengaruh di AS, AIPAC telah menunjukkan kapasitas finansial yang luar biasa untuk memengaruhi hasil pemilu, seringkali dengan mengorbankan suara hati nurani para kandidat.

1. Pengeluaran Besar-besaran: AIPAC, melalui kendaraan Super PAC-nya, United Democracy Project (UDP), telah menghabiskan $54 juta untuk perlombaan kongres, menjadikannya sebagai satu-satunya kelompok luar dengan pengeluaran terbesar pada siklus ini.

2. Target yang Jelas: AIPAC secara agresif menargetkan kandidat yang dianggap kritis terhadap kebijakan Israel, seringkali di pemilihan pendahuluan (primaries). Mereka berhasil mengeluarkan anggota Kongres dari Kentucky, Thomas Massie, setelah menghabiskan lebih dari $15 juta untuk mendukung lawannya.

3. Kekalahan di Michigan: Namun, kekuatan uang punya batas. Di Michigan, AIPAC dan kelompok sekutu menghabiskan sekitar $30 juta dalam upaya yang gagal untuk mengalahkan kandidat progresif, Abdul El-Sayed, dalam pemilihan pendahuluan Senat. El-Sayed berhasil memenangkan nominasi dengan mengubah isu uang lobi menjadi pusat kampanyenya.

4. Angka Mencolok: Anggota Kongres Thomas Massie secara blak-blakan menyatakan bahwa "setidaknya 95 persen" dari pendanaan yang digunakan untuk melawannya berasal dari lobi Israel, termasuk AIPAC dan donor kaya seperti Miriam Adelson dan Paul Singer.

'Uang Gelap' dan Pengaruh yang Tidak Proporsional

Selain pengeluaran yang terlihat, ada fenomena 'uang gelap' (dark money) yang lebih mengkhawatirkan. Ini adalah dana yang disalurkan melalui organisasi nirlaba (seperti 501(c)(4)) yang tidak diwajibkan mengungkapkan identitas donornya. Contohnya, di Nevada, lebih dari sepertiga dari $14 juta yang dihabiskan untuk iklan kampanye berasal dari kelompok-kelompok uang gelap. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan kekuatan di mana jutawan dan miliarder dapat memengaruhi hasil pemilu tanpa bisa dilacak oleh publik, sementara suara warga biasa hanya satu di antara jutaan.

"Analisis ini dengan tepat menggambarkan sistem politik AS sebagai arena di mana uang dan lobi memiliki pengaruh yang sangat dominan. Dominasi ini tidak hanya mengubah aturan main politik, tetapi juga mengancam prinsip dasar demokrasi representatif di mana suara setiap warga negara seharusnya setara. Meskipun pengeluaran besar seringkali efektif, kasus-kasus seperti kemenangan El-Sayed di Michigan menunjukkan bahwa ada batasan dari kekuatan uang dan bahwa mobilisasi pemilih yang efektif dapat mengalahkan kekuatan finansial yang besar."(Sail)