Menhan Iran: Segala Bentuk Konflik di Kawasan, Tanggung Jawab AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48035-menhan_iran_segala_bentuk_konflik_di_kawasan_tanggung_jawab_as
Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengecam keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds al-Sharif sebagai ibukota rezim Zionis Israel.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 11, 2017 15:15 Asia/Jakarta
  • Brigjen Amir Hatami, Menhan RII.
    Brigjen Amir Hatami, Menhan RII.

Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengecam keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds al-Sharif sebagai ibukota rezim Zionis Israel.

Brigadir Jenderal Amir Hatami menilai langkah anti-Quds tersebut sebagai konspirasi besar untuk melanggar hak-hak rakyat palestina, dimana segala bentuk ketegangan dan pertumpahan darah di kawasan adalah tanggung jawab Amerika.

"Langkah ini akan memajukan kehancuran rezim Zionis dan melipatgandakan persatuan dan kesatuan umat Islam," tegas Brigjen Hatami, Senin (11/12/2017).

Ia menambahkan, kubu arogansi –pasca kekalahannya di Suriah dan Irak– mengejar konspirasi dan petualangan baru terhadap bangsa-bangsa di kawasan.

"Rezim penjajah al-Quds memahami bahwa langkah ilegal pemerintah AS tidak akan menciptakan perubahan apapun di al-Quds. Rakyat Pelestina dan para penuntut kebebasan dunia akan bertekad untuk mempererat persatuan lebih dari sebelumnya guna membebaskan al-Quds dan tanah Palestina," tegasnya.

Menhan Iran lebih lanjut menyinggung kehancuran pohon terlaknat, kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) di kawasan.

Brigjen Hatami menjelaskan, seandainya Daesh tidak diberantas dari kawasan, maka rezim Zionis akan berada dalam keamanan dan ketenangan dalam jangka waktu yang lama dan bangsa-bangsa di kawasan –alih-alih berjuang melawan Israel dan kelompok-kelompok teroris– mereka akan sibuk perang satu dengan yang lainnya.

"Kekebijakan Republik Islam Iran adalah selalu mendukung rakyat tertindas Palestina, stabilitas dan keamanan regional dan mengecam tindakan memecah belah dan sepihak dari AS dan rezim Zionis," pungkasnya. (RA)