Menhan Iran: Keputusan Terbaru Trump, Tanda Frustasi AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i48081-menhan_iran_keputusan_terbaru_trump_tanda_frustasi_as
Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengatakan, keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel diambil menyusul kegagalan Amerika di Irak dan Suriah dan keputusasaan para pejabat Washington di Kurdistan Irak serta gagalnya upaya mereka untuk memaksa Perdana Menteri Lebanon mengundurkan diri.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 12, 2017 13:09 Asia/Jakarta
  • Brigjen Amir Hatami, Menhan RII.
    Brigjen Amir Hatami, Menhan RII.

Menteri Pertahanan Republik Islam Iran mengatakan, keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel diambil menyusul kegagalan Amerika di Irak dan Suriah dan keputusasaan para pejabat Washington di Kurdistan Irak serta gagalnya upaya mereka untuk memaksa Perdana Menteri Lebanon mengundurkan diri.

Brigadir Jenderal Amir Hatami mengungkapkan hal itu dalam percakapan telepon dengan Nurettin Canikli, mitranya di Turki pada Selasa (12/12/2017).

"Keputusan Presiden AS untuk memindahkan Kedutaan besar negara ini ke al-Quds al-Sharif adalah kebijakan yang tidak bertanggung jawab dan memperkuat kebijakan ekspansionis rezim Zionis," kata Hatami.

Di bagian lain pernyataannya, Brigjen Hatami mengucapkan selamat atas kehancuran kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) kepada pemerintah dan rakyat Turki.

"Kehancuran Daesh merupakan salah satu contoh dari hasil kerjasama regional dan interaksi Republik Islam Iran, Turki dan Rusia, di mana peristiwa penting ini membuat frustasi rezim Zionis dan pemerintah AS," ujarnya.

Di bagian lain pernyataannya, Menhan Iran juga menyinggung berbagai kejahatan pasukan agresor terhadap rakyat Yaman.

"Pembunuhan brutal rakyat Yaman adalah tragedi kemanusiaan yang sempurna. Masyarakat internasional dan negara-negara Muslim harus memiliki kepekaan lebih untuk mengakhiri pemboman dan blokade terhadap rakyat Yaman," jelasnya.

Brigjen Hatami juga menegaskan pentingnya perluasan kerjasama pertahanan antara Iran dan Turki dan menyambut perluasan kerjasama kedua negara di sektor militer, industri pertahanan dan pertukaran pengalaman agar dapat meningkatkan level kemampuan pertahanan-keamanan.

Nurettin Canikli, Menhan Turki.

Sementara itu, Menhan Turki menyebut keputusan baru Presiden AS terkait al-Quds sebagai sebuah kesalahan besar.

"Keputusan ini tidak bisa diterima oleh Muslim manapun di dunia," kata Nurettin Canikli.

Ia menegaskan, transformasi terbaru di kawasan telah menjadikan pentingnya kerjasama antara Turki dan Iran dan tidak ada kekuatan manapun yang bisa mempengarui negatif persahabatan dan persaudaraan dua bangsa ini. (RA)