Iran Siap Berdialog dengan Dunia Arab
https://parstoday.ir/id/news/iran-i50019-iran_siap_berdialog_dengan_dunia_arab
Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi mengumumkan kesiapan Tehran untuk berdialog dengan negara-negara Arab guna menyelesaikan persoalan regional.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Jan 17, 2018 23:49 Asia/Jakarta
  • Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi.
    Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi.

Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi mengumumkan kesiapan Tehran untuk berdialog dengan negara-negara Arab guna menyelesaikan persoalan regional.

"Beirut adalah tempat yang tepat untuk dialog Iran-Arab ini," ujarnya pada acara pembukaan Konferensi Internasional Kedua Arab dan Iran di ibukota Lebanon, Rabu (17/1/2018).

"Revolusi Islam Iran menetapkan perang anti-penindasan, perlawanan anti-Zionis, upaya mengembalikan hak-hak bangsa Palestina dan pembebasan Quds sebagai fokus utama perjuangannya, dan terus memberi dukungan meski harus menanggung biaya politik dan ekonomi yang besar," jelasnya.

Mengacu pada upaya Zionis untuk memukul Iran dan keikutsertaan beberapa negara Arab dalam misi ini, Kharrazi menuturkan Iranphobia adalah fokus utama propaganda Israel, negara-negara reaksioner Arab dan Barat di bawah pimpinan AS untuk memisahkan antara Iran dan Arab.

Menurutnya, rezim Zionis dan para pemimpin reaksioner Arab telah memasuki fase militer dengan membentuk kelompok-kelompok Takfiri di Suriah dan Irak.

Kelompok-kelompok ini, lanjutnya, dengan dukungan finansial dan senjata dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, AS dan Israel, telah menduduki sejumlah daerah di Suriah dan Irak.

"Pemerintah Irak dan Suriah meminta bantuan Iran dalam menumpas kelompok-kelompok Takfiri, dan dengan bantuan Tehran, kejatuhan Damaskus dan Baghdad dapat dicegah," tegas Kharrazi.

Menurutnya, mempromosikan visi strategis terkait perkembangan regional dan menetapkan isu-isu strategis dialog antara intelektual Iran dan Arab, dapat menjadi sebuah proposal untuk melawan berlanjutnya konspirasi rezim Zionis terhadap negara-negara regional.

Konferensi Internasional Kedua Arab dan Iran dimulai di Beirut pada hari Rabu, dengan melibatkan sejumlah pemikir dari negara-negara Muslim dan Arab. (RM)