Velayati: Iran Tak Perlu Izin untuk Tingkatkan Kemampuan Rudalnya
-
Ali Akbar Velayati, Penasihat Rahbar untuk Urusan Internasional.
Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional mengatakan, Iran tidak perlu meminta izin kepada siapa pun untuk meningkatkan kemampuan rudalnya, dan negara ini akan menggunakan rudalnya setiap kali dianggap perlu dan ini adalah hak legal Republik Islam.
Ali Akbar Velayati mengatakan hal itu kepada wartawan pada hari Sabtu (10/2/2018) untuk mereaksi dalih berulang Amerika Serikat yang menghubungkan program rudal pertahanan Iran dengan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersam Komprehensif).
"Perundingan tentang kemampuan rudal Republik Islam Iran sama sekali tidak sejalan dengan pandangan Tehran," tegasnya.

Velayati lebih lanjut menyinggung serangan jet-jet tempur rezim Zionis Israel ke Suriah, dan mengatakan, pemerintah dan rakyat Suriah telah menunjukkan bahwa mereka siap mengorbankan nyawa untuk melindungi integritas teritorial, keamanan dan independensinya, dan mereka telah berjuang selama tujuh tahun, oleh karena itu rakyat Suriah tidak siap untuk menerima agresi rezim Zionis.
Pertahanan Udara Suriah pada Sabtu dini hari merespon serangan militer rezim Zionis ke negara Arab itu dengan menembak jatuh jet tempur F-16 Israel.
Pasca insiden tersebut, militer Israel melanjutkan serangannya ke Suriah, namun Unit Pertahanan Udara negara ini berhasil menggagalkannya.
Militer Israel dalam sebuah pernyataan, mengakui bahwa jet tempur F-16 miliknya yang jatuh di wilayah al-Jalil, utara Palestina pendudukan (Israel) akibat tembakan rudal Unit Pertahanan Udara Suriah.
Di bagian lain pernyataannya, Penasihat Rahbar untuk Urusan Internasional itu menyinggung operasi militer Turki di Suriah.
"Integritas teritorial negara-negara di kawasan harus dihormati oleh semua pihak dan gerakan asing terkait dengan berbagai suku di negara-negara regional harus diakhiri," pungkasnya. (RA)