Pidato Jenderal Iran Ini Getarkan Israel
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51697-pidato_jenderal_iran_ini_getarkan_israel
Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan, balasan atas darah Syahid Imad Mughniyeh bukan penembakan rudal atau membunuh seseorang, namun balasan atas darah para Imad yang gugur syahid oleh konspirasi rezim Zionis Israel di Palestina, Lebanon dan Irak adalah pencerabutan dan penghancuran rezim pembunuh anak-anak ini.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Feb 16, 2018 02:30 Asia/Jakarta
  • Mayjen Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds IRGC.
    Mayjen Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds IRGC.

Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan, balasan atas darah Syahid Imad Mughniyeh bukan penembakan rudal atau membunuh seseorang, namun balasan atas darah para Imad yang gugur syahid oleh konspirasi rezim Zionis Israel di Palestina, Lebanon dan Irak adalah pencerabutan dan penghancuran rezim pembunuh anak-anak ini.

Mayor Jenderal Qassem Soleimani mengatakan hal itu dalam pidatonya menandai peringatan kesyahidan Syahid Imad Mughniyeh ke-10 di Tehran, ibukota Iran, Kamis (15/2/2018).

"Hari ini, Jalur Gaza dan Lebanon adalah titik produksi ketakutan permanen bagi rezim Zionis, dan setiap rudal yang ditembakkan dari Palestina akan bisa dilihat adanya sidik jari Imad Mughniyeh," imbuhnya.

Ia menjelaskan, Imad Mughniyeh telah menghubungkan kelompok-kelompok Palestina dengan Pusat Muqawama (perlawanan) dan telah memperkuat Hamas serta mengaktifkan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, di mana dengan pemikiran ini ia telah mampu mengubah Gaza mejadi sebuah benteng yang tak tertembus.

"Tindakan rezim Zionis mencerminkan ketidakstabilan rezim ini, dan sekarang, ketakutan, petualangan dan serangan gila (membabi buta) rezim tersebut menunjukan upaya terakhir musuh," jelasnya.

Komandan Pasukan Quds menegaskan, jalan Imad Mughniyeh dan para Syuhada Lebanon dan Irak lainnya akan berlanjut dan setiap hari cakupannya semakin luas untuk kemuliaan dunia Islam.

Peringatan kesyahidan Imad Mughniyeh ke-10 di Tehran

Mayjen Soleimani menuturkan, nama Syahid Imad Mughniyeh sangat menakutkan bagi musuh dan membawa harapan bagi sahabat-sahabatnya, di mana kesyahidannya telah membawa kesedihan umum di dunia Islam.

Imad Mughniyeh, Komandan Militer Hezbollah Lebanon yang dikenal dengan nama Haji Ridwan gugur syahid pada tanggal 12 Februari 2008 dalam aksi teror bom mobil yang dilancarkan oleh agen Organisai Intelijen rezim Zionis (Mossad) di Damaskus, ibukota Suriah. (RA)