Kunjungan Hassan Rouhani ke New Delhi
-
Presiden Iran Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani atas undangan resmi dari Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan lawatan tiga hari ke negara penting Asia Selatan ini.
Presiden Iran Kamis (15/2) pagi sebelum bertolak ke India kepada wartawan mengatakan, hubungan Iran dengan India sangat penting bagi kedua negara. Rouhani menilai salah satu isu penting bagi kedua negara adalah masalah transit dan menjelaskan, pengembangan pelabuhan Chabahar dan menghubungan India ke Afghanistan dan Asia Tengah melalui pelabuhan ini sangat penting bagi kedua negara.
Mengingat kesamaan dan interaksi budaya serta ilmiah, Iran dan India memiliki hubungan bersejarah yang baik dan juga mengingat bahasa Persia selama beberapa dekade merupakan bahasa umum di anak benua India, maka bahasa ini memainkan peran signifikan di interaksi politik dan ekonomi kedua negara.
Urgensitas kesamaan budaya mendorong presiden Iran dilawatan pertamanya ke India mengunjungi Hyderabad dan bertemu dengan warga muslim daerah ini serta wilayah selatan India. Landasan hubungan kedua negara adalah budaya dan keragaman sektor hubungan Iran dan India juga didorong oleh dukungan budaya tersebut di mana kedua negara memiliki kerja sama strategis.
Dalam hal ini, pelabuhan Chabahar, di tenggara Iran menjadi pusat kerja sama strategis Tehran-New Delhi. Pelabuhan ini menjadi mata rantai transit timur dan barat serta utara dan selatan. Posisi sensitif geografi ini mendorong India menjalin kerja sama jangka panjang dengan Republik Islam Iran.
India akan dapat mengakses kawasan strategis Asia Tengah dan Afghanistan melalui pelabuhan Chabahar dan koridor ini memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi India. Jaminan keamanan energi bagi India sangat vital. Dengan demikian India dengan motif meningkatkan keragaman hubungan perdagangan tak segan-segan menanam investasi besar di proyek Chabahar serta berminat memperluas kerja sama ini.
Dalam koridor ini, kunjungan perdana menteri India ke Iran pada bulan Mei 2016 membuahkan hasil penandatanganan 16 nota kesepahaman (MoU) dengan Iran di proyek transit dan energi. Salah satu kesepahaman tersebut adalah partisipasi India di pengembangan pelabuhan Shahid Beheshti Chabahar. Berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangani, India di pengembangan tahap awal pelabuhan Shahid Beheshti Chabahar, bertanggung jawab mengelola dua dermaga di pelabuhan ini dengan investasi sebesar 85 juta dolar dan pendapatan sebesar 23 juta dolar selama 10 tahun.
Kini kapasitas pelabuhan Chabahar sekitar 8,5 juta ton transit dan pemuatan barang. Rencananya kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 15 juta ton. Hal ini menunjukkan pentingnya pelabuhan Chabahar sebagai jembatan akses India ke negara-negara Asia Tengah dan persemakmuran.
Proyek Chabahar bagi India kian meningkatkan pentingnya kerja sama dengan Republik Islam Iran. Dalam koridor ini, K.C. Singh, mantan dubes India di Tehran mengatakan, perluasan kerja sama dengan Republik Islam Iran untuk menjamin kebutuhan energi India sangat penting dan juga solusi tunggal bagi New Delhi mengakses wilayah Asia Tengah.
Selain itu, India berencana membangun jaringan pipa dasar laut atau jaringan pipa Timur Tengah-India, yang menurut keterangan sumber diplomatik India, jalur pipa ini sangat vital untuk menjamin keamanan energi India. Isu ini juga menjadi agenda pembicaraan presiden Iran dan perdana menteri India di New Delhi.
Dalam hal ini, Gholamreza Ansari, dubes Iran di India pekan lalu bertepatan dengan hari kemerdekaan India mengatakan, ada proyek untuk memperluas hubungan di sektor pembangunan jaringan pipa yang bukan saja menguntungkan kedua negara, tapi juga akan menguntungkan kawasan. Level kerja sama saat ini antara Tehran dan New Delhi menunjukkan hubungan kedua pihak berjalan di jalurnya yang tepat dan positif. (MF)