Justifikasi Kekalahan, Saudi Tuding Iran Persenjatai Yaman
https://parstoday.ir/id/news/iran-i54088-justifikasi_kekalahan_saudi_tuding_iran_persenjatai_yaman
Para pejabat Arab Saudi kembali mengulangi tuduhan kosong dan tanpa dasar terhadap Iran dan berusaha menutupi ketidakmampuan dan kekalahan beruntun mereka menghadapi Yaman.
(last modified 2026-07-04T12:01:02+00:00 )
Mar 28, 2018 11:55 Asia/Jakarta
  • Wakil Tetap Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo
    Wakil Tetap Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo

Para pejabat Arab Saudi kembali mengulangi tuduhan kosong dan tanpa dasar terhadap Iran dan berusaha menutupi ketidakmampuan dan kekalahan beruntun mereka menghadapi Yaman.

Wakil Tetap Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo mereaksi tindakan konyol Arab Saudi hari Selasa (27/3) mengirimkan surat kepada PBB yang isinya menyebut rudal yang ditembakkan Yaman ke Riyadh buatan Iran seraya menjelaskan, Arab Saudi selalu melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Iran demi menutupi kejahatan mereka di Yaman.

Wakil Tetap Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo

Kolonel Turki al-Maliki, jurubicara koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi untuk menyerang Yaman pasca serangan balasan rudal terbaru gerakan relawan Yaman ke Riyadh menuding Iran telah menyelundupkan senjata termasuk rudal ke Yaman dan mengklaim Tehran berada di balik serangan ke Arab Saudi.

Agresi brutal Arab Saudi ke Yaman dimulai sejak akhir bulan Maret 2015, tapi Saudi dalam serangannya ini terjebak kesalahan perhitungan dalam dua masalah.

Pertama, mereka menganggap enteng perlawanan rakyat dan pasukan militer Yaman. Arab Saudi menyerang Yaman dengan lampu hijau Amerika disertai dukungan sejumlah negara-negara Arab. Saudi berharap serangan mereka ini dapat berhasil dalam waktu singkat menguasai seluruh negara ini, tapi fantasi ini ternyata berbuah kekalahan berat bari rezim Al Saud.

Kedua, Arab Saudi bersikeras menjustifikasi berlanjutnya serangan koalisinya ke Yaman dan membantai warga sipil negara ini dengan alasan bahwa Iran mengirim persenjataan dan rudal ke Yaman.

Selim Yashar, analis politik Turki dalam wawancaranya dengan Radio Turki Istanbul World Service IRIB mengatakan, perlawanan gigih pasukan revolusioner dan rakyat negara ini terhadap Arab Saudi berhasil melemahkan keinginan Riyadh dalam setiap bentuk pengambilan keputusan soal perang ini.

Yashar menambahkan, transformasi Yaman saat ini menunjukkan perubahan konstelasi regional yang menguntungkan gerakan revolusioner Ansarullah. Semua harapan Arab Saudi untuk memberikan legitimasi kepada Abdrabbuh Mansur Hadi, mantan presiden Yaman yang mengundurkan diri telah berubah menjadi keputusasaan.

Kegagalan kebijakan Arab Saudi dalam perang Yaman berusaha ditutupi dengan menuding Iran berada di balik Yaman dan berusaha melarikan diri dari kenyataan. Arab Saudi berusaha menutupi ketidakmampuan dan kegagalannya dalam perang Yaman, padahal negara ini memiliki persenjataan modern dan membeli lagi senjata seharga ratusan miliar dolar. Tapi kenyataannya, koalisi Arab Saudi dalam perang tidak seimbang ini hanya menghadapi perlawanan rakyat Yaman dan hasilnya adalah kekalahan memalukan.

Jet tempur Arab Saudi

Pada akhirnya, Riyadh terpaksa menerima bahwa dengan perang mereka tidak dapat memaksakan kehendaknya pada warga Yaman. Perang yang telah berjalan tiga tahun dan blokade Yaman membuat kinerja militer dan komite relawan rakyat Yaman dalam menghadapi para agresor mendapat pujian. Sebaliknya, giliran Arab Saudi yang mulai khawatir.

Sebagaimana ditegaskan Bahram Ghassemi, Jurubicara Kemenlu Iran bahwa penguasa Riyadh harus keluar dari kesombongan dan fantasinya. Mereka harus memahami bahwa dengan membeli senjata dan impor keamanan yang memakan biaya besar tidak dapat memproduksi kekuatan dan keamanan baginya.