Pernyataan Bin Salman; Berkoar-Koar di Balik Kekuatan Palsu
https://parstoday.ir/id/news/iran-i54234-pernyataan_bin_salman_berkoar_koar_di_balik_kekuatan_palsu
Pekan lalu, Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi melakukan kunjungan ke Amerika. Kesempatan yang ada dimanfaatkan dengan berusaha melontarkan pernyataan bohong dan palsu. Ia menuding Iran bertanggung jawab atas instabilitas dan ancaman bagi kawasan.
(last modified 2026-07-04T12:01:02+00:00 )
Mar 31, 2018 12:25 Asia/Jakarta
  • Mohammed bin Salman
    Mohammed bin Salman

Pekan lalu, Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi melakukan kunjungan ke Amerika. Kesempatan yang ada dimanfaatkan dengan berusaha melontarkan pernyataan bohong dan palsu. Ia menuding Iran bertanggung jawab atas instabilitas dan ancaman bagi kawasan.

Mohammed bin Salman dalam wawancara terbarunya dengan surat kabar Wall Street Journal, meminta kepada negara-negara Barat untuk meningkatkan sanksi dan tekanan terhadap Iran.

Mohammed bin Salman

Bin Salman mengatakan, kita harus berhasil [dalam menekan Iran] demi mencegah terjadinya konflik militer. Bila kita gagal dalam upaya ini, kemungkinan 10 hingga 15 tahun lagi kita akan menyaksikan perang dengan Iran.

Bahram Ghassemi, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mereaksi koar-koar Putra Mahkota Saudi seraya mengatakan, orang masih hijau, belum matang dan masih ingusan. Apakah dia tidak tahu apa itu perang, atau tidak pernah membaca sejarah dan atau sayang sekali ia belum pernah duduk dengan orang dewasa. Lebih bijak bila para tokoh dan mereka yang berpengalaman di Saudi mengajarkannya bagaimana orang yang lebih tua darinya, yang mengklaim dirinya pemimpin dunia Arab dan panglima Qadisiah serta didukung oleh Timur, Barat dan Arab ternyata tunduk terhina di hadapan tekad rakyat pemberani dan besar Iran.

Hari-hari ini, Arab Saudi berusaha keras menyembunyikan kekalahannya di Yaman dengan menggertak dan ingin melakukan petualangan baru di kawasan. Namun serangan dan pukulan telak rudal Yaman dan kemajuan yang diraih pasukan Yaman di dalam negeri dan kemampuan mengontrol seluruh perbatasannya tidak dapat ditutupi oleh setiap pengamat, peneliti militer dan ahli strategi. Kini kemenangan ini sudah cukup bari para pejabat Riyadh untuk mengakui kekalahannya. Kegagalan ini juga menjadi ancaman bagi koalisi yang dipimpin Arab Saudi agar tidak melanjutkan lagi perang terhadap Yaman untuk selamanya.

Abdel Bari Atwan, penulis terkenal dan analis kawakan Arab mengatakan, kawasan tengah menghadapi petualangan militer atau dengan ungkapan yang lebih tepat, permainan berbahaya baru Arab Saudi yang sumbernya adalah keputusasaan dan frustasi akibat ketidakmampuan mengakhiri perang terhadap Yaman yang berpihak kepadanya. Perang yang telah berubah menjadi perang habis-habisan baik di sektor finansial, kemanusiaan dan strategi. Pada saat yang sama, sumber ketidakmampuan itu berasal dari pembentukan koalisi untuk menghadapi kekuatan Iran yang semakin hari semakin besar dan keinginan untuk mengalahkan negara ini. Apakah kita tengah berhadapan dengan macan yang terluka, dimana secara membabi buta mencakar ke sana dan kemari?

Abdel Bari Atwan

Kenyataannya, Arab Saudi dengan mimpi perluasan militer telah memasuki permainan intervensi militer di luar dari perbatasannya dan memulai perang langsung maupun proksi, tapi pemenang perang ini hanya mimpi saja tidak lebih.

Mohammed Jaradat, penulis dan peneliti Palestina meyakini bahwa bahaya yang tengah dihadapi Arab Saudi dengan tujuan merealisasikan politik kekacauan Amerika di Timur Tengah baru, cepat atau lambat akan mencekik negara ini.

Kini substansi skenario Amerika bagi bangsa-bangsa regional telah jelas, dimana penguasa Arab Saudi komitmen melaksanakan rencana Amerika ini, khususnya terkait upaya pelemahan kelompok-kelompok Muqawama Palestina dan Lebanon. Namun hingga kini kondisi telah berubah, dimana Arab Saudi tidak dapat membalikkan keadaan yang menguntungkannya. Arab Saudi terlalu kecil untuk menjadi kekuatan regional dengan membeli beberapa senjata dari Amerika dan Eropa.